Aktivis Lingkungan Nujumuddin Soroti Konflik Pengusiran Surf Gude Diteluk Ekas 

Kamis, 19 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombokdaily.net -Aktivis Lingkungan Dr (C) Nujumuddin mengaku prihatin terhadap pengusiran surf guide Lombok Tengah yang membawa Turis Asing Yang sedang melakukan Kunjungan wisata (Surfing) dipantai wisata Teluk Ekas Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur NTB. Namun hal tersebut kata Nujum, perlunya kedua Pemda harus duduk bareng agar persoalan sengketa ini tidak berlanjut.”Jika tidak diselesaikan dengan segera maka akan terjadi Konflik yang berkepanjangan.”tegasnya.

Menurutnya, Terkait Bupati Lombok timur Haerul Warisin yang mengusir surf gude Loteng yang berasal dari Lombok Tengah menuai protes dan disesalkan oleh para pelaku pariwisata. Bapak Bupati melakukan ini adalah karena kemungkinan ada cerita minor yang terkesan merugikan pelaku surfing dari Lombok Timur alias terjadi kecemburuan sosial.

Kecemburuan sosial pada aktivitas surfing bisa terjadi karena hubungan antara Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Tengah dan Dispar Lombok Timur yang belum maksimal yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya koordinasi dan komunikasi efektif antara kedua dinas, perbedaan prioritas dan strategi pengembangan pariwisata, keterbatasan sumberdaya dan anggaran serta kurangnya sinergi dalam promosi dan pemasaran pariwisata.” Untuk meningkatkan hubungan antara Dispar Lombok Tengah dan Dispar Lombok Timur, perlu dilakukan upaya meningkatkan komunikasi dan koordinasi, menetapkan prioritas bersama, mengoptimalkan sumberdaya dan mengembangkan program kerjasama.

Nantinya hubungan antara kedua dinas, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengembangan pariwisata di Lombok Tengah dan Lombok Timur.” Imbuhnya

Selanjutnya, kata Bapak yang mempunyai Putri sedang Kuliah Di Amerika Serikat ini menyatakan, bahwa hubungan antara Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Tengah dan Dispar Lombok Timur dalam bidang regulasi surfing yang belum maksimal karena kurangnya kesepakatan tentang regulasi surfing yang seragam. Dengan demikian dapat menyebabkan beberapa masalah seperti kebingungan bagi wisatawan surfing tentang aturan yang berlaku, ketidakjelasan tentang zona surfing yang aman dan terlarang, kesulitan dalam mengelola dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas surfing serta berpotensi konflik antara penggiat surfing dan masyarakat lokal.”

Baca Juga :  Redam Polemik Peserta MTQ, LPTQ Loteng Gerak Cepat: Iqbal Tetap Utusan, Ahwazi Ikuti TC

Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan diskusi dan koordinasi antara Dispar Lombok Tengah dan Dispar Lombok Timur dalam menetapkan regulasi surfing yang seragam dan jelas.

Kurangnya komunikasi dan koordinasi tentang isu-isu surfing dapat menyebabkan beberapa masalah misalnya kesalahpahaman tentang kebijakan dan regulasi. surfing, tumpang tindih atau konflik dalam pengelolaan surfing, kesulitan dalam menyelesaikan masalah lokasi surfing secara efektif dan berpotensi dampak negatif pada lingkungan dan masyarakat lokal.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan komunikasi dan koordinasi yang efektif antara Dispar Lombok Tengah dan Dispar Lombok Timur, serta dengan stakeholders lainnya, seperti penggiat surfing dan masyarakat lokal.

Baca Juga :  ‎Bripka IS Diberhentikan Polres Loteng Gelar Upacara PTDH dan Pemberian Penghargaan Bagi Personel Berprestasi. 

Untuk meningkatkan hubungan antara Dispar Lombok Tengah dan Dispar Lombok Timur dalam bidang regulasi surfing, perlu dilakukan upaya mengembangkan kebijakan pengelolaan surfing yang berkelanjutan. Dengan meningkatkan hubungan dan regulasi surfing yang efektif, diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan surfing yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di Lombok Tengah dan Lombok Timur. Bila Kadispar Provinsi melakukan pertemuan dengan Kadispar Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, maka sebaiknya para Kadispar ini belajar dulu sebelum mangadakan pertemuan agar pertemuannya bisa produktif. Dan jangan lupa Kadispar yang lainnya juga ciptakan hubungannya dengan baik lintas administratifnya untuk jangan sampai terjadi sikap Bupati Lotim susulan.” Imbuh Nujumuddin. |®|.

Penulis : Rossi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Rp 712 JUTA RAIB, SIDANG MALAH MAIN MATA? LSM Lidik Cium Hubungan Darah Hakim dan Pengacara
KEMENHAJ LOTENG BANTAH DUA ISU KKN: TIDAK ADA PILIH PETUGAS SUKA-SUKA DAN UANG PELICIN
NYAWA ANAK JADI TARUHAN! Kasus Dapur MBG Repok Puyung Meledak, Pakar: Jangan Cuma Hitung Porsi, Audit Total SPPG Sekarang! 
Empat Tahun Hidup dengan Psoriasis Usai Booster Covid-19, Warga NTB Tagih Kepastian Negara
PDAM Lombok Tengah Jangan Jadi Sapi Perah Politik
PDAM Loteng di Persimpangan: Pakar Desak Transparansi Uang Pelanggan dan Evaluasi Direksi
Pakar Lingkungan Desak ITDC Terbuka Soal CSR, Rangkul Pers dan Kreator Mandalika
SADE HARUS BANGKIT, TAPI WAJAH ASLINYA JANGAN HILANG
Berita ini 113 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Selasa, 22 September 2026 - 18:58 WIB

Rp 712 JUTA RAIB, SIDANG MALAH MAIN MATA? LSM Lidik Cium Hubungan Darah Hakim dan Pengacara

Minggu, 20 September 2026 - 08:43 WIB

KEMENHAJ LOTENG BANTAH DUA ISU KKN: TIDAK ADA PILIH PETUGAS SUKA-SUKA DAN UANG PELICIN

Sabtu, 12 September 2026 - 11:36 WIB

NYAWA ANAK JADI TARUHAN! Kasus Dapur MBG Repok Puyung Meledak, Pakar: Jangan Cuma Hitung Porsi, Audit Total SPPG Sekarang! 

Kamis, 10 September 2026 - 09:02 WIB

Empat Tahun Hidup dengan Psoriasis Usai Booster Covid-19, Warga NTB Tagih Kepastian Negara

Jumat, 4 September 2026 - 16:36 WIB

PDAM Lombok Tengah Jangan Jadi Sapi Perah Politik

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:14 WIB

Kasus Lombokdaily

Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian

Kamis, 24 Sep 2026 - 10:32 WIB