Mapolres Loteng Sulap Jadi Klinik Dadakan Rakyat Antri Sunat, Kapolres Antri Donor
LOMBOK TENGAH, NTB – Rupanya merayakan ulang tahun tak melulu soal kue dan lilin. Polres Lombok Tengah bersama media Sasamboinside membuktikannya Sabtu (9/5) lalu Mapolres disulap jadi ‘klinik dadakan’. Menu utama khitanan massal gratis dan donor darah. Sebanyak 53 bocah rela melepas ‘seragam lama’ mereka di tangan tenaga medis. Sementara di sisi lain, personel polisi dan warga bergantian menyumbang 300 kantung darah. Lengkap sudah yang satu ngilu-ngilu sedap, yang satu lemas-lemas ikhlas. Kasi Humas Polres Loteng, IPTU L. Brata Kusnadi, menyebut ini bentuk kepedulian Polri. Katanya, “Momentum Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya perayaan institusi, tapi ajang berbagi manfaat nyata”.
Manfaatnya memang nyata. Bagi 53 orang tua, beban biaya khitan terpangkas. Bagi rumah sakit, 300 kantung darah jelas berkah. Bagi Polri, citra ‘mengayomi’ dapat panggung gratis plus liputan media yang ulang tahun ke-3. Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Donor darah ini penting karena darahnya bisa bantu masyarakat. Khitan massal juga meringankan orang tua,” ujar Brata. Tak lupa ia berterima kasih ke semua yang terlibat, berharap jadi ladang amal.
Tentu, niat baik patut diapresiasi. Di tengah rakyat yang kadang masih was-was lihat seragam cokelat, acara semacam ini minimal bikin jarak jadi tak sekaku borgol. Pisau khitan dan jarum donor kemarin seolah jadi jurus baru kalau patroli belum cukup dekat, coba saja berbagi darah dan sunat.
Brata berharap kegiatan ini berkelanjutan. Wajar, karena pengabdian model begini biayanya murah, dampaknya viral, dan senyum rakyat terekam kamera.
Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga tahun depan, selain pisau dan jarum, ada ‘jurus’ lain yang lebih menusuk ke akar masalah pelayanan yang tak perlu nunggu momen ulang tahun.
Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















