Dugaan Ijazah Palsu Dewan PPP Lalu Nursa’i Mulai Disidang, Terungkap Fakta 

Kamis, 16 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOKDAILY.NET – Anggota DPRD Aktif Partai PPP Lalu Nursa’i Mulai disidang perdana di Pengadilan Negeri Praya (PN) Terkait Dugaan Ijazah Palsu Paket C Selasa 14 Januari 2025.

Sidang perkara No. 262/Pid.B/2024/PN Praya tentang pemalsuan surat atas Terdakwa Lalu Nursa’i berlangsung di ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri Praya dengan agenda sidang pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam Kesempatan tersebut Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Muhammad Hidayatullah SH. MH dan Hakim anggota Firman Sumantri Era Ramadhan SH dan Isnaini Nine Martha SH. sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Praya yakni Wennys Kartika Putri, S.H, Fitriana Maghfirah, S.H. dan Fajar Said S.H,LL.M

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Praya menghadirkan 4 orang saksi diantaranya Saksi Pelapor Agus Susanto, Mantan Kepala Kantor Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga H. Lalu Muhammad Irwan Syaihu, Saksi dari Dikbud Anang Najamuddin dan Saksi dari KPUD Loteng Lalu Sopan Tirta Kusuma

Dalam persidangan terungkap fakta-fakta bahwa dari ke 4 Saksi yang di hadirkan oleh JPU semuanya mengaku bahwa hingga saat ini belum pernah melihat Ijazah Paket C atau yang Asli milik Terdakwa..

Selain itu terungkap bahwa hingga saat ini belum dilakukan uji Forensik terhadap tanda tangan dan Ijazah yang diduga Palsu milik Terdakwa. Dan Saksi H L. M Irwan Syaihu mengaku beberapa pengakuannya di BAP dicabut.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Korupsi Beras Bapan.

Ijazah pembanding yang dihadirkan oleh JPU bukan dari Pelapor. Ijazah pembanding tersebut milik Yayasan lain yang mengadakan program kesetaraan paket C ditahun yang sama. Ijazah pembanding tersebut bukan milik Yayasan Pondok Pesantren Assyafi’iyah NW Penangsak.

Bahwa foto copy ijazah Terdakwa yang digunakan Pelapor untuk melapor di Polres Loteng diperoleh dengan cara di print dari SIPOL (Sistem Impormasi Politik) di rumahnya. Dan ASD belum terdaftar di Bakesbangpoldagri.

Bahwa terkait asli atau tidaknya ijazah Terdakwa, Pelapor tidak pernah melakukan klarifikasi ke Terdakwa atau Yayasan Pondok Pesantren Assyafi’iyah NW Penangsak selaku yang menerbitkan ijazah Terdakwa.

Pelapor mengaku tidak memiliki keahlian untuk menentukan ijazah yang asli dengan ijazah yang palsu. Pelapor hanya menduga ijazah Terdakwa palsu dari cara penulisan ijazah dan perbedaan penulisan NIP. Dan pelapor mengaku tidak memiliki kerugian atas ijazah palsu tersebut namun ingin mengungkap kejujuran dan kebenaran.

Sementara itu, dalam Kesaksiannya, Saksi H. L.M. Irwan Syaihu yang pada tahun 2007 menjadi Kepala Kantor Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olah Raga menerangkan bahwa pada tahun 2007-2008 dirinya yang menandatangi seluruh ijazah, hasil Ujian Pendidikan Nasional program kesetaraan baik paket A, B dan C

Ia menerangkan bahwa penulisan ijazah atau SKHU dilakukan oleh masing masing Yayasan atau PKBM yang mengadakan program kesetaraan bukan di tulis oleh Dinas, namun belangko Ijazah nya berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi.

Baca Juga :  Meski Sudah Dikeluarkan SP1 Dinas PUPR Loteng "Dicuekin" Pemilik Minimarket Di Selong Belanak

JPU menanyakan ke Saksi H. LM Irwan Syaihu dengan memperlihatkan dan mencocokkan tanda tangannya yang tertera di foto copy ijazah Terdakwa dengan tanda tangannya di ijazah pembanding yang juga ditandatanganinya ditahun yang sama.

Setelah Saksi H. LM. Irwan Syaihu melihat tanda tangannya di foto copy ijazah Terdakwa dengan di ijazah pembanding, Saksi H. L. M. Irwan Syaihu mengatakan tanda tangannya tidak sama atau berbeda,

Kuasa Hukum Terdakwa juga memperlihatkan dan mencocokkan tanda tangan saksi HL M Irwan Syaihu

dengan dokumen lainnya yang juga ditandatanganinya. Saksi HL. M Irwan Syaihu mengaku kalau sedikit ada perubahan pada tanda tangannya

HL Muhammad Irwan Syaihu mengaku tidak pernah diminta contoh tanda tangannya oleh penyidik untuk dicocokkan dengan tandatangan di foto copy ijazah Terdakwa atau untuk dilakukan uji forensik

Selanjutnya Saksi dari KPU Lalu Lalu Sopan Tirta Kusuma mengaku bahwa yang bisa mengakses data atau dokumen Caleg di SIPOL adalah admin Tenaga Operator (TO),” saya tidak bisa karena yang tau pasword nya adalah operator langsung, dokumen di SIPOL termasuk dokumen rahasia,” terangnya didepan Majelis Hakim

Lalu Sopan menyatakan, bahwa dirinya menjadi anggota Komisioner KPU Loteng mulai Pebruari 2024 dan DCT sudah titetapkan oleh Komisioner KPU sebelumnya, pihaknya melanjutkan tahapan KPU selanjutnya dan untuk tahapan atau proses KPU sebelumnya tidak tau dan selama ini tidak ada masalah.” Ujarnya.

Baca Juga :  BIL Tunjukkan Wajah Ramah Indonesia dengan Sentuhan Budaya yang Mengesankan bagi Rombongan MotoGP 2025

Saksi dari Dikbud Anang Najamuddin menerangkan ia baru 5 bulan menjadi Kabid jadi tidak tau persis peristiwanya hanya mendapatkan keterangan dari Kabid sebelum nya. Ia menyampaikan benar pada tahun 2007 Dinas Pendidikan mengadakan program kesetaraan paket A, B dan C termasuk Yayasan Pondok Pesantren Assyafi’iyah NW Penangsak.

Jaksa Penuntut Umum Fajar Said menerangkan bahwa saksi H. Lalu Irwan Syaihu tidak mengakui tanda tangannya yang tertera di foto copy ijazah terdakwa.

Selain itu kata Fajar nama Terdakwa tidak ada atau tidak terdaftar didalam data atau dokumen peserta program kesetaraan paket C tahun 2007, sebagaimana data atau dokumen yang dimiliki oleh Dikbud Provinsi (database Dikbud Provinsi) sehingga berkeyakinan tuntutan JPU terbukti.

“Keterangan para Saksi Sangat Janggal”

Sementara itu Kuasa Hukum Partai Persatuan Pembangunan Burhanudin SH mengungkapkan, keterangan para saksi sangat sumir, tidak jelas dan berbeda beda Bahkan ada beberapa keterangan yang menurutnya sangat janggal. Salah satunya sumber data atau bukti yang digunakan Pelapor. Pihaknya akan menanyakan kepada Dewan Pengurus Wilayah, bagaimana data-data tersebut bocor ke publik.

Dengan berbagai fakta yang terungkap saat ini, pihaknya berkeyakinan bahwa Terdakwa tidak bersalah namun hanya menjadi korban ambisi politik.

Sidang akan dilanjutkan pada hari Kamis, 16 Januari 2025 dengan agenda sidang mendengarkan keterangan dari saksi Terdakwa.(**)

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

PONPES ATAU SARANG NAFSU? 16 SANTRI DIDUGA JADI KORBAN MODUS ISTRI KEDUA
Abah Sumar Akhirnya Datang Penuhi Panggilan Polisi
Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian
Langkah Besar TGH Sumar: Serahkan Ponpes Abul Barokat ke TGB dan Mundur dari Semua Jabatan
17 TAHUN DIPENDEM, SKANDAL PONPES BUNKATE MELEDAK!
Dilaporkan Sejak Februari, Kasus Tuan Guru di Loteng Jadi Prioritas – Korban Sempat Hilang Kabar di Mesir
Geger Laporan BBC Viral! Ponpes ABW di Lombok Tengah Digeruduk Wali Santri Tengah Malam, Ramai-ramai Jemput Anak
Pimpinan Ponpes Nurul Ikhlas Divonis 14 Tahun, Hakim: Salahgunakan Kamar Khalwat dan Ilmu Laduni
Berita ini 104 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Senin, 28 September 2026 - 19:36 WIB

PONPES ATAU SARANG NAFSU? 16 SANTRI DIDUGA JADI KORBAN MODUS ISTRI KEDUA

Senin, 28 September 2026 - 19:20 WIB

Abah Sumar Akhirnya Datang Penuhi Panggilan Polisi

Kamis, 24 September 2026 - 10:32 WIB

Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian

Kamis, 24 September 2026 - 08:02 WIB

Langkah Besar TGH Sumar: Serahkan Ponpes Abul Barokat ke TGB dan Mundur dari Semua Jabatan

Rabu, 23 September 2026 - 08:28 WIB

17 TAHUN DIPENDEM, SKANDAL PONPES BUNKATE MELEDAK!

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Bisnis Lombokdaily

Penonton Mandalika Pecah, Tapi Tetap Rapi – Besok Puncak Sakral MotoGP

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:20 WIB

Lombokdaily Internasional

SIRKUIT MANDALIKA LOLOS GRADE A MotoGP 2026 Siap Gas 9-11 Oktober di Lombok

Jumat, 9 Okt 2026 - 10:39 WIB