Sensus Ekonomi 2026 sasar pengrajin tenun. Wakil Kepala BPS. Data akurat, program pemerintah tepat sasaran
LOMBOK TENGAH – Wakil Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Dr. Sonny Harry Budiotomo Harmadi, S.E., M.E., turun langsung ke Desa Sukarara, Lombok Tengah, Sabtu (20/6/2026). Tujuannya satu: mastiin pendataan Sensus Ekonomi jalan lancar untuk pelaku UMKM tenun.
Desa Sukarara dipilih karena jadi pusat kain tenun khas Lombok yang sudah terkenal sampai luar negeri. Di sana, Pak Sonny ngobrol langsung sama ibu-ibu penenun, juragan tenun, sama petugas BPS yang lagi nyatet data.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pak Sonny mengakui, data dari sensus ini nanti jadi dasar pemerintah bikin program. Mau bantuan modal, pelatihan, atau buka pasar baru buat tenun Sukarara, semua harus pakai data dulu.”Kalau datanya pas, bantuannya juga pas. Makanya bapak ibu pengrajin jangan takut kasih info usaha yang jujur. Omzet berapa, pekerjanya berapa, jualnya lewat apa, bilang aja apa adanya,” pesan Pak Sonny. Beliau juga puji tenun Sukarara. Selain nguntungin ekonomi, tenun ini juga jaga budaya Sasak biar nggak hilang. “Alat tenun bukan mesin, tapi hasilnya luar biasa. Ini yang harus kita lindungi,” katanya sambil lihat proses nenun langsung.
Pengelola Sentral Tenun Patuh, Muhamad Amin, cerita kalau tenun di Sukarara banyak nyerap tenaga kerja, apalagi ibu-ibu. Tapi masalahnya tetap ada: harga naik-turun, sama saingan kain pabrik.
“Harapan kami, setelah didata BPS, pemerintah bisa kasih bantuan modal sama buka pasar lebih luas lagi. Tenun Sukarara sudah laku ke luar negeri, sayang kalau mentok di situ aja,” ujar Muhamad Amin.
Asisten 1 Setda Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Mulyawan, sama Camat Jonggat Hj. Lale Anys Fajriani juga ikut dampingi. Pemda bilang siap pakai data sensus buat bikin program ekonomi yang cocok sama potensi Lombok Tengah, terutama tenun. Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata kain tenun Sukarara ke Pak Sonny. Tanda terima kasih pengrajin karena pemerintah mau turun langsung lihat susah payah mereka.
Petugas BPS lagi keliling dari rumah ke rumah. Kalau didatangi, tolong jawab pertanyaannya dengan benar ya. Data Bapak/Ibu dijamin aman, nggak bakal dipakai nagih pajak. Data itu buat kebaikan pengrajin tenun Lombok Tengah sendiri.||
Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















