LOMBOK TENGAH – Heboh! Proyek solar cell seharga miliaran rupiah di Lombok Tengah ternyata cuma jadi pajangan. Alat pembangkit listrik tenaga surya yang dipasang di 4 Puskesmas dan Laboratorium Kesda Loteng kini rusak dan mangkrak. Padahal duit yang digelontorkan tembus Rp8 miliar.
Lokasi yang disorot warga yaitu Puskesmas Kuta, Puskesmas Batu Jangkih, Puskesmas Awang, Puskesmas Truwai, dan Laboratorium Kesda Loteng. Satu unit solar cell disebut-sebut harganya miliaran. Tapi faktanya, banyak alat tidak nyala. Pasien dan petugas puskesmas tetap kepanasan saat mati lampu.
Anggaran 2024 Mendadak Bengkak
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejanggalan tercium dari data SIRUP, sistem pengadaan resmi pemerintah. Humas Fakta RI Lalu Erlan Setiardi menyatakan, awalnya anggaran 2024 cuma Rp3 miliar. Tiba-tiba muncul lagi Rp4 miliar untuk tempat yang sama, di luar Puskesmas Awang. Total 2024 saja sudah Rp8 miliar.
3 Masalah Panas yang Ditemukan:
1. Dana dobel: Lokasi sama, tahun sama, tapi anggaran keluar berkali-kali. 2. Barang rongsokan: Harga selangit, tapi di lapangan banyak yang mati total. 3. Dana 2025 misterius: Tahun ini muncul lagi Rp3 miliar. Dari jumlah itu, Rp2 miliar tidak jelas peruntukannya dan tidak tercatat di SIRUP.
“Sinyalnya tidak beres. Ada yang salah di barangnya, ada yang salah di anggarannya,” kata Lalu Erlan
Desak Kejati NTB Turun.
Fakta RI mendesak Kejaksaan Tinggi NTB segera turun tangan. “Dana besar sudah keluar, tapi alatnya mangkrak. Rakyat tidak dapat manfaat sama sekali,” tegas Lalu Erlan. Warga berharap kasus ini diusut tuntas, jangan sampai uang rakyat habis untuk barang yang tidak bisa dipakai.||
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















