Lombok Tengah Genjot Operasi Genting 2025: Optimalisasi Data Keluarga Risiko Stunting Jadi Senjata Utama Tekan Stunting

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah, 18 November 2025 – Kabupaten Lombok Tengah semakin memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui pelaksanaan Operasi Genting 2025, sebuah kegiatan strategis yang fokus pada Optimalisasi Pemanfaatan Data Keluarga Risiko Stunting (KRS). Kegiatan ini digelar di Ballroom Gedung B Lantai 5 Pusat Pemerintahan Lombok Tengah, Selasa (18/11), dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, organisasi perempuan, serta berbagai lembaga sosial yang bergerak di bidang pencegahan stunting.

Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., menegaskan dalam sambutannya bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan strategi komprehensif dan kolaborasi lintas sektor. “Meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat strategi percepatan, serta memastikan kualitas pelayanan kesehatan dan gizi bagi ibu hamil, balita, remaja putri, hingga calon pengantin adalah fondasi yang tidak bisa ditawar,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kerja sama dengan sektor swasta menjadi instrumen penting untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan.

PLT Kepala BP3AP2KB Lombok Tengah, Kusriadi, SKM., M.Kes., menyoroti pentingnya pendekatan berbasis data KRS sebagai dasar perencanaan intervensi. Menurut Kusriadi, pencegahan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, melainkan perlu bermitra dengan swasta dan berbagai lembaga. “Data KRS menjadi potret penting untuk memastikan intervensi tepat sasaran,” jelasnya.

Kepala Bidang AP2M Bapperida, Sri Mulyana Widiastuti, memaparkan tren angka stunting berdasarkan data SSGI, yang menunjukkan fluktuasi dari 17% pada 2023, melonjak ke 36% pada 2024, dan menurun kembali ke 24,9% pada 2025. Ia menegaskan bahwa target penurunan stunting hingga 10% dalam 10 tahun ke depan merupakan tantangan besar yang hanya bisa dicapai melalui kerja sama aktif semua pihak. “Aplikasi Bangda harus diisi dengan benar dari tingkat desa, puskesmas, hingga OPD,” tambahnya. Penilaian kinerja stunting dilakukan setiap tahun oleh provinsi dan pemerintah pusat, sehingga ketepatan data menjadi sangat krusial.

Kepala Bidang AP2M Bapperida, Sri Mulyana Widiastuti.

 

Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah, H. Masnun, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Program P2K2 terus digencarkan untuk meningkatkan kemampuan keluarga penerima manfaat dalam mengelola kesehatan, gizi, dan ekonomi rumah tangga. Ia juga menegaskan adanya verifikasi ketat terhadap data penerima bantuan sosial, bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan Pertamina untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Jika penerima bantuan terbukti memiliki kendaraan pribadi, mereka akan dikeluarkan dari daftar, namun data NIK tetap dijaga kerahasiaannya,” tegas Masnun.

Baca Juga :  Berkas Dinyatakan Lengkap, Kasus Ijazah Palsu Dilimpahkan Ke Jaksa

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Desa, Baiq Tisnawati, S.Sos., M.E., menjelaskan bahwa pemerintah desa telah memiliki landasan hukum melalui Perbup No. 5 Tahun 2024 untuk menetapkan prioritas penanganan stunting. Berbagai langkah promotif dan preventif telah dilakukan, seperti pelatihan kesehatan ibu dan anak, konseling gizi, pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal, penyediaan air bersih, serta pencegahan perkawinan dini. Dana desa tahun 2025 diprioritaskan untuk infrastruktur layanan dasar, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Kapasitas kader posyandu dan kader pembangunan manusia juga terus ditingkatkan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr. H. Nasrullah, menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa remaja. Ia menyoroti pentingnya konsumsi tablet tambah darah (TTD), pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, serta pemantauan tumbuh kembang balita. “Bayi harus mendapatkan ASI eksklusif, anak usia 6–23 bulan harus menerima MP-ASI yang tepat, dan balita wajib memperoleh imunisasi lengkap. Kami juga mendorong semua desa bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS),” ujarnya. Nasrullah menegaskan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting hanya mungkin dicapai dengan partisipasi aktif semua pihak.

Baca Juga :  Gaungkan Syiar ke Seluruh Penjuru, Seksi IDP Rilis Desain Resmi Publikasi MTQ XXXI NTB 2026

Pertemuan Operasi Genting 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem informasi dan koordinasi lintas sektor. Pemanfaatan data KRS menjadi pijakan utama dalam menentukan intervensi yang tepat dan menyeluruh pada setiap keluarga berisiko. Dengan keterlibatan OPD, puskesmas, pemerintah desa, kader posyandu, hingga organisasi perempuan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah optimistis target jangka panjang menekan prevalensi stunting secara signifikan dapat tercapai.

Operasi Genting bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama menuju generasi Lombok Tengah yang lebih sehat dan berkualitas. |®|

 

 

 

Penulis : Rossi

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Meriahkan HLUN ke-30, KLPI Lombok Tengah Gelar Lomba Senam
BGN dan Polda NTB Bongkar Modus Penipuan Dapur MBG di Lombok Timur
PEMDA LOMBOK TENGAH DAN PDAM TIRTA ARDHIA RINJANI PERKUAT KERJA SAMA PELAYANAN AIR BERSIH DI KEK MANDALIKA
Skandal Jual-Beli Titik SPPG Terbongkar, Kerugian Capai Rp950 Juta: Polisi Tetapkan Penyidikan Hari Ini
Sapi Kurban 1,6 Ton dari Presiden Prabowo Mendarat di Lombok Tengah, Bupati Pathul Serahkan Langsung ke Warga Mertak Tombok
PDAM Lombok Tengah Salurkan 6 Sapi Kurban untuk Desa Sumber Mata Air
Pemkab Lombok Tengah Raih Opini WTP Ke-14 Secara Berturut-turut
Qoriah Asal Lombok Tengah Harumkan NTB di MTQ Internasional 2026
Berita ini 39 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Minggu, 31 Mei 2026 - 04:59 WIB

Meriahkan HLUN ke-30, KLPI Lombok Tengah Gelar Lomba Senam

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:35 WIB

BGN dan Polda NTB Bongkar Modus Penipuan Dapur MBG di Lombok Timur

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:45 WIB

PEMDA LOMBOK TENGAH DAN PDAM TIRTA ARDHIA RINJANI PERKUAT KERJA SAMA PELAYANAN AIR BERSIH DI KEK MANDALIKA

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:57 WIB

Skandal Jual-Beli Titik SPPG Terbongkar, Kerugian Capai Rp950 Juta: Polisi Tetapkan Penyidikan Hari Ini

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:11 WIB

Sapi Kurban 1,6 Ton dari Presiden Prabowo Mendarat di Lombok Tengah, Bupati Pathul Serahkan Langsung ke Warga Mertak Tombok

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

Meriahkan HLUN ke-30, KLPI Lombok Tengah Gelar Lomba Senam

Minggu, 31 Mei 2026 - 04:59 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

BGN dan Polda NTB Bongkar Modus Penipuan Dapur MBG di Lombok Timur

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:35 WIB