SETANGGOR, PRAYA BARAT – Viral dan miris! Gedung Perpustakaan SDN Montong Waru, Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah ambruk total. Atap jebol menganga, kayu lapuk berserakan, plafon triplek runtuh menimpa rak buku.
Ruang yang seharusnya jadi jantung literasi anak-anak kini berubah jadi sarang puing. Dua lemari buku hitam terlihat kosong, berdebu, tertimpa reruntuhan. Tulisan di dinding luar masih jelas: “RUANG PERPUSTAKAAN SDN MONTONG WARU KC. PRAYA BARAT”. Tulisannya masih gagah, bangunannya sudah hancur.
Warga dan wali murid sudah teriak minta perbaikan. Mereka takut bukan hanya minat baca anak yang mati, tapi puing bangunan bisa celakai siswa yang bermain di sekitar lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
LALU APA KATA KADIS?
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas pendidikan (Disdik) Kabupaten Lombok Tengah, Drs. Idham Khalid, S.Pd., M.Pd meminta warga untuk bersabar.
“Yakn doang arik.. sabar juluk,” ujar Kadis dalam pesan singkatnya.
Kadis juga menyoroti soal data sekolah. Menurutnya, persoalan ini tak lepas dari operator sekolah yang kurang gesit mengupdate data.
“Yang pasti dia tidak pernah update dapodiknya. Minta operatornya lebih gesit sedikit nggih,” tegasnya.
Pernyataan ini langsung jadi sorotan warga. Di satu sisi perpustakaan sudah ambruk dan butuh dibangun, di sisi lain persoalan administrasi dapodik ikut disinggung. Warga Setanggor kini menunggu bukti nyata. Bukan hanya kata “sabar”, tapi kapan tim Dikpora turun inspeksi, kapan anggaran perbaikan dikucurkan, dan kapan anak-anak SDN Montong Waru bisa kembali baca buku dengan aman.
Kalau dapodik saja tidak update, bagaimana bantuan renovasi bisa turun? Ini yang kini jadi pertanyaan besar warga. Editor : Muhammad ROSIDI
Laporan: Tim Lombok Daily
Penulis : TOH
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















