Banyak Ritel Modern Tak Sesuai Perda, Kasta NTB “Gas” Hearing di PTSP

Rabu, 21 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOKDAILY.NET – Puluhan pengurus dan anggota LSM Kasta NTB, Selasa 20 Februari 2024,  hearing ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng), meminta ketegasan pemberlakuan perda nomor 7 tahun 2021 tentang Ritel Modern.

Kasta NTB pada hearing tersebut, tepatnya mendatangi kantor dinas perizinan terpadu satu pintu (PTSP) kabupaten lombok tengah.

Kehadiran pengurus kasta NTB dalam rangka hearing publik terkait perizinan dan implementasi dari peraturan daerah nomor 7 tahun 2021 tentang penataan dan pembinaan pasar rakyat pusat perbelanjaan dan toko swalayan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedatangan pengurus kasta disambut langsung oleh Kepala Dinas PTSP Kabupaten Lombok Tengah, Jalaludin dan perwakilan dari manajemen retail modern Alfamart dan Indomart.

Pada kesempatan tersebut ketua Kasta NTB DPD Loteng, Lalu Suandi mempertanyakan peraturan daerah nomor 7 tahun 2021 yang selama ini menjadi acuan penataan termasuk penerbitan izin usaha juga termasuk sangsi jika ada pelanggaran bagi para pengusaha retail modern di loteng.

Lalu andi menyoroti soal terlalu banyaknya jumlah retail modern terutama alfamart yang jika digabungkan dengan indomart mencapai jumlah 128 buah, dengan tingkat ekspansi yang sangat tinggi maka keberadaan gerai alfamart sekarang sudah masuk ke kampung kampung terpencil yang jika hal ini tidak diantisipasi maka semakin berpotensi mengubur banyak kios dan pasar tradisional yang ada.

Baca Juga :  Penyelesaian Kasus Tahun 2024 di Polda NTB Meningkat Tajam

“Kita meminta ketegasan pemerintah daerah untuk menjalankan perda no 7 tahun 2021 tersebut, jika memang aturan tersebut dianggap bertabrakan dengan aturan di atasnya maka kami minta perda tersebut direvisi segera,” kata Lalu Andi.

Hal tersebut sangat penting untuk diatensi karena berkaitan dengan kepentingan proteksi para pengusaha UMKM kita yang pasti tidak akan survive bila dibiarkan berkompetisi dengan para pemilik modal besar.

Pihaknya meminta Pemda Loteng agar melakukan moratorium atau penghentian pemberian rekomendasi untuk pendirian toko swalayan terutama alfamart, karena jumlah mereka yang sudah terlampau banyak.

Dan terhadap keberadaan toko retail modern yang dapat dipastikan melanggar aturan agar diberikan sangsi yang tegas bila perlu lakukan penutupan paksa tegas lalu andi jika pemerintah melalui OPD terkait tidak mampu melakukan penertiban maka kami bersama masyarakat yang akan turun langsung menertibkan mereka.

Sementara itu, Rekanan Alfamart Bidang Perizinan, Komang Budane pada hearing tersebut menyampaikan, kalau sebelumnya telah beberapa kali hearing difasilitasi oleh sekda, khususnya terkait dengan perda tahun 2021 tersebut.  Waktu itu memang keputusanya belum ada.

Baca Juga :  "Bau Tak Sedap" Tercium dari Proyek PUPR Loteng Senilai Rp.1,2 M

“Tidak kami pungkiri, memang perda itu diterapkan terkait dengan jarak, komposisi dari jumlah penduduk, kalau tidak salah 10 ribu dari jumlah penduduk itu satu toko kalau tidak salah, saya lupa pasal berapa itu”katanya.

Di satu sisi, pihaknya sudah berinvestasi, khususnya alfamart, dari tahun 2015 dan kebetulan pihaknya mengawali di lombok tengah yang juga diikuti oleh indonaret.

Alfmart akan tetap mengikuti kebijakan dari pemerintah daerah. Terkait dengan perda nomor 7 tahun 2021, apakakah berlaku surut atau tidak sesuai dengan undang-undang diatasnya dan sebagainya, OSS misalnya apakah bisa mengenyampingkan dari PP yang terbit,

Singkatnya, management alfamart siap mengikuti apaka yang menjadi kebijakan dari pemerintah daerah. Namun berharap pemerintah memberikan solusi terbaik atas persoalan tersebut.

Karena sejak berinvestasi tahun 2015, pihaknya telah beberapa kali melakukan perpanjangan izin. Tidak serta merta membuka outlet dan menyingkronkan aturan pada saat itu. Yang pada saat itu belum ada aturan tentang ozin ritail modern dan sifatnya masih umum berupa Surat Izin Usaha.

Baca Juga :  Dewan Pembina FPTI NTB Desak Pemerintah Evaluasi Mitigasi Bencana di Rinjani: Apresiasi untuk Relawan Agam Rinjani

“Saat itu tidak ada mengatur megenai jarak, tidak ada mengatur komposisi dari jumlah penduduk, saya koordinasi dengan dinas terkait waktu itu diperbolehkan,”imbuhnya.

Terkait dengan outlet alfamart di Desa Ganti, telah dibuka sejak tahun 2014 yang saat itu izinya masih menggunakan izin biasa. Dan sudah beberapa kali perpanjangan dan terakhir perpanjangan itu taliun 202 dan kebetulan berlaku sampai 2026.

“Tetkait hal ini, apakah ada win-win solution? Disatu sisi pemda telah menerbitkab izin kami yg berlaku sampai tahun 2026, di satu sisi ada pemberlakuan perda tahun 2021 dengan point aturanya yang baru. Apakah diijinkan buka dulu sampai ijin kami habis masa betlakunya misalnya, itu harapan kami pak,”

Adapun Kepala Dinas PTSP Loteng,  Jalaludin menyampaikan, bahwa dalam waktu dekat pemerintah daerah akan mengundang semua pihak termasuk Kasta NTB untuk mengkaji kembali soal regulasi yang ada terkait izin usaha retail modern di Lombok Tengah.

“Kita akan membentuk tim 9 yang akan bekerja untuk singkronisasi aturan yang dibuat pemda dengan aturan yang diterbitkan oleh pemerintah pusat agar tidak ada yang bertentangan,” kata Jalal.

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Desak Gubernur NTB Cabut Izin PT Sadhana Arif Nusa: Perusahaan Ini Dinilai Merusak Lingkungan dan Mengabaikan Hak Masyarakat”
Desakan Pencabutan Izin Konsesi Hutan PT Shadana Arifnusa di Lombok Tengah Karena Pelanggaran Kewajiban dan Komitmen
Ratusan Masyarakat Loteng Geram dengan Aktivitas PT Shadana ArifNusa, Diduga Lakukan Perambahan Hutan
Komisi III DPRD Tegas Menyatakan PT Shadana Diminta Hentikan Aktivitasnya
Aliansi Peduli Demokrasi NTB Ajukan Permohonan Hearing ke DPRD Lombok Tengah Terkait Dugaan Ilegalitas PT Sadhana Arif Nusa
L Muhibban Segera Polisikan Tuduhan Premanisme Devcolektor PT LNI, Bela Konstituen dengan Tegas
PWI NTB Kecam Kekerasan terhadap Wartawan: “Kekerasan terhadap Wartawan adalah Kejahatan terhadap Publik”
Ormas Praya Bersatu Akan Gelar Aksi Demonstrasi, Tuntut Transparansi Dana CSR PDAM Lombok Tengah
Berita ini 70 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Selasa, 11 November 2025 - 08:21 WIB

Desak Gubernur NTB Cabut Izin PT Sadhana Arif Nusa: Perusahaan Ini Dinilai Merusak Lingkungan dan Mengabaikan Hak Masyarakat”

Rabu, 29 Oktober 2025 - 07:09 WIB

Desakan Pencabutan Izin Konsesi Hutan PT Shadana Arifnusa di Lombok Tengah Karena Pelanggaran Kewajiban dan Komitmen

Senin, 27 Oktober 2025 - 07:52 WIB

Ratusan Masyarakat Loteng Geram dengan Aktivitas PT Shadana ArifNusa, Diduga Lakukan Perambahan Hutan

Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:44 WIB

Komisi III DPRD Tegas Menyatakan PT Shadana Diminta Hentikan Aktivitasnya

Selasa, 21 Oktober 2025 - 19:52 WIB

Aliansi Peduli Demokrasi NTB Ajukan Permohonan Hearing ke DPRD Lombok Tengah Terkait Dugaan Ilegalitas PT Sadhana Arif Nusa

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

PERUMDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah Rayakan HUT ke-34 dengan Semangat Baru

Kamis, 27 Nov 2025 - 13:16 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Ribuan Guru Ikuti Jalan Sehat Semarak HUT PGRI dan Hari Guru Nasional

Sabtu, 22 Nov 2025 - 18:06 WIB