ARB Desak KPK Turun ke Lombok Tengah, Bongkar Mafia Tanah dan Hutan Lindung

Jumat, 23 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOKDAILY.NET. PRAYA — Suara keras datang dari anak muda Lombok Tengah. Gerakan yang menamakan diri Arah Reformasi Bersuara (ARB) resmi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun langsung ke lapangan dan mengaudit total tata kelola hutan di Lombok Tengah. Bukan cuma soal hutan yang rusak. ARB juga meminta KPK membongkar dugaan praktik nominee atau pinjam nama dalam jual-beli tanah di kawasan strategis.

Ketua Umum ARB, Lalu Eko Mihardi, menyebut kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Hutan lindung diduga dialihfungsikan secara ilegal, sementara tanah-tanah strategis dikuasai secara sembunyi-sembunyi lewat nama orang lain. “Praktik pinjam nama ini adalah penyelundupan hukum. Pihak tertentu pinjam identitas warga lokal untuk menguasai tanah. Akibatnya, pajak dimanipulasi, mafia tanah makin subur, dan warga lokal kehilangan hak ekonominya,” tegas Lalu Eko kepada media. Ia meminta KPK tidak hanya mengawasi dari balik meja. KPK harus melakukan audit investigasi mendalam sampai ke lapangan. “Jangan sampai hutan lindung dikorbankan demi syahwat kapitalis ilegal, sementara masyarakat kita hanya jadi penonton yang terasing di tanah kelahiran sendiri,” lanjutnya.

Baca Juga :  Evakuasi Anak Hanyut di Aik Mual, Lombok Tengah : Satu Korban Meninggal Dunia

Menurut ARB, pembiaran terhadap eksploitasi hutan dan tumpang tindih izin tidak hanya merugikan negara. Tapi juga memicu konflik agraria yang tak kunjung selesai.

ARB juga menyoroti soal transparansi anggaran, seperti anomali pembagian Pokir DPRD yang kini sedang jadi perhatian KPK. Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB bersama Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) masih berusaha memediasi sengketa lahan eks-HGU yang berbatasan dengan kawasan hutan di Kecamatan Batukliang, seperti Desa Lantan dan Desa Karang Sidemen.

Baca Juga :  Hasan Masad : Aksi Intimidasi Terhadap Wartawan Loteng Memprihatinkan

ARB berharap, dengan masuknya KPK, tata kelola hutan bisa dibersihkan, mafia tanah dibongkar, dan kepastian hukum kembali hadir untuk masyarakat. “Hutan ini penyangga kehidupan kita. Kalau hancur, kita semua yang rugi,” tutup Lalu Eko.. Editor :  Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

PAKAR UNGKAP PETA CUACA NTB SAMPAI MARET 2027, OKTOBER PUNCAK PANAS – JANUARI WASPADA POHON TUMBANG
DARURAT LINGKUNGAN! Pakar Sebut Pasar Hewan Batunyala Bom Waktu Pencemaran Sungai di Lombok Tengah
Media Dicatut Jadi Peserta Demo di Kejari Loteng, PWI Protes Keras
Selamat Jalan Datok Bagu – Ulama Tanpa Pamrih yang Tak Pernah Milih Tamu
DPRD Loteng Diminta Pasang Badan Soal MotoGP, Jangan Lempar ke Pemda
JANGAN TAKUT ISU PERANG SAUDARA, MK HARUS TEGAK DI ATAS KONSTITUSI
Pakar NTB: Stop Kekerasan Seksual di Pesantren, Lindungi Santri Jangan Tutupi Kasus
Tongkat Komando Dokkes Polda NTB Berpindah: Kombes dr. Iskandar Resmi Jabat Kabiddokkes, Kapolda Titip Pesan Khusus
Berita ini 32 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:50 WIB

ARB Desak KPK Turun ke Lombok Tengah, Bongkar Mafia Tanah dan Hutan Lindung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:34 WIB

PAKAR UNGKAP PETA CUACA NTB SAMPAI MARET 2027, OKTOBER PUNCAK PANAS – JANUARI WASPADA POHON TUMBANG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:45 WIB

DARURAT LINGKUNGAN! Pakar Sebut Pasar Hewan Batunyala Bom Waktu Pencemaran Sungai di Lombok Tengah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Media Dicatut Jadi Peserta Demo di Kejari Loteng, PWI Protes Keras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Selamat Jalan Datok Bagu – Ulama Tanpa Pamrih yang Tak Pernah Milih Tamu

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Steatment Lombokdaily

ARB Desak KPK Turun ke Lombok Tengah, Bongkar Mafia Tanah dan Hutan Lindung

Jumat, 23 Okt 2026 - 20:50 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

POLRESTA, Bupati  LOTENG DAN 314 CALON KADES DEKLARASIKAN PILKADES DAMAI 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:09 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Kemarau Panjang, Pegawai PDAM Loteng Salat Minta Hujan dan Bagi Santunan

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:46 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Ratusan Santri di Lombok Tengah Peringati Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:07 WIB