JONGGAT, Lombok Tengah – Kisah inspiratif datang dari Desa Gemel, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Tiga orang wanita desa setempat berhasil menjadi contoh dalam mengembangkan usaha peternakan jangkrik.
Salah satunya adalah Ibu Roky. Ia harus menghidupi anaknya sendirian setelah ditinggal suaminya dan tidak memiliki pendapatan tetap. Dengan keterbatasan itu, ia bersama dua rekannya mencoba usaha ternak jangkrik. Usaha ini ternyata menjanjikan. Lokasi kandang jangkrik di Desa Gemel juga dinilai sangat memadai dan strategis, sehingga diharapkan bisa menarik simpati publik dan perhatian dari pemerintah daerah.
Tokoh masyarakat Desa Gemel, Mursidin, mengatakan usaha ini sangat cocok untuk ibu-ibu desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Modal 1 juta bisa menghasilkan 1 juta setiap bulan keuntungan per bulan. Jadi modalnya kecil, untungnya lumayan untuk biaya hidup,” kata Mursidin.
Menurut Mursidin, apa yang dilakukan ketiga wanita Desa Gemel ini bisa menggerakkan seluruh wanita sedesa Gemel, bahkan se-Kecamatan Jonggat ke depannya.
Usaha jangkrik ini sudah terbukti sukses di daerah lain. Seperti di Jawa Barat, usaha jangkrik yang dikelola oleh kaum wanita sudah maju sampai bisa ekspor tepung jangkrik ke beberapa negara di Asia dan Eropa. Tepung jangkrik itu laku sebagai campuran pakan ternak dan makanan berprotein tinggi untuk manusia dan ternak.
“Kita berharap ibu-ibu di Gemel ini bisa seperti di Jawa Barat. Dari usaha kecil di rumah bisa jadi besar, bahkan sampai ekspor,” tambah Mursidin.
Ia berharap pemerintah desa dan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bisa turun melihat langsung dan membantu memberikan pembinaan agar usaha ini bisa berkembang lebih besar lagi. | Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net



















