Komisi III DPRD Dorong Bank NTB Syariah Dukung UMKM dan Sektor Produktif

Senin, 14 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram – Komisi III DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan apresiasi atas kinerja positif Bank NTB Syariah yang dinilai dalam kondisi sehat berdasarkan laporan kinerja dan hasil audit per Juni 2025.

Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, menyebutkan bahwa performa keuangan bank daerah tersebut menunjukkan tren yang menggembirakan di tengah dinamika industri keuangan syariah nasional.

“Kesimpulan umum hasil rapat, Bank NTB Syariah saat ini berada dalam kondisi sehat,” ungkap Sambirang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kinerja Keuangan Tunjukkan Tren Positif

Secara kuantitatif, sejumlah indikator utama menunjukkan performa positif. Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank NTB Syariah tercatat sebesar 25,14%, jauh di atas ambang batas sehat minimal 12%.

Baca Juga :  Komisi II Murdani Ingatkan Proyek RTH Lapangan Muhajirin Selesai Akhir Desember 2024

Return on Assets (ROA) berada pada angka 1,85% (sehat ≥ 1,5%), sementara Return on Equity (ROE) mencapai 12,58% (sehat ≥ 10%).

Untuk Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 90,22% masih dalam batas aman (< 100%) dan Non Performing Financing (NPF) tercatat hanya 1,06%, jauh di bawah ambang risiko (< 5%).

Efisiensi operasional pun terjaga, dengan rasio BOPO di angka 78,31%, yang menunjukkan tingkat efisiensi yang baik (< 80%).

Dari sisi pertumbuhan aset, Bank NTB Syariah membukukan total aset sebesar Rp16,12 triliun, meningkat dari Rp14,26 triliun pada tahun sebelumnya.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh menjadi Rp12,52 triliun dari sebelumnya Rp10,67 triliun.

Meski performa keuangan tergolong sehat, DPRD NTB memberikan sejumlah catatan penting di luar aspek finansial.

Baca Juga :  Bupati Lombok Tengah Sampaikan Pidato dalam Rangka Hari Jadi ke-80 Kabupaten Lombok Tengah

Salah satu sorotan utama adalah aspek keamanan sistem teknologi informasi (TI), terutama pasca insiden siber yang terjadi pada Maret 2025 lalu.

“Insiden siber tersebut berdampak pada risiko operasional dan reputasi bank. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Sambirang.

Audit forensik internal menunjukkan lemahnya sistem manajemen risiko digital bank, yang dinilai belum mampu mengantisipasi serangan siber secara optimal.

Komisi III meminta jajaran pengurus baru Bank NTB Syariah untuk melakukan pembenahan menyeluruh dalam penguatan sistem keamanan TI.

“Pengurus baru harus bisa menghadirkan kebijakan dan inovasi nyata untuk memperkuat sistem pengamanan digital di seluruh lini transaksi,” katanya.

Selain isu keamanan digital, DPRD NTB juga menyoroti struktur portofolio pembiayaan yang dinilai masih timpang. Lebih dari 89% pembiayaan Bank NTB Syariah saat ini masih terserap untuk sektor konsumtif.

Baca Juga :  Sekda NTB: Juara Sejati Adalah yang Hidupkan Al-Quran, Bukan Hanya Menang Lomba

Komisi III mendorong adanya reorientasi pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM, pertanian, perikanan, maritim, dan pariwisata.

“Pembiayaan produktif sangat penting agar bank bisa lebih bersinergi dengan visi pembangunan daerah,” ujar legislator PKS dari Dapil V Sumbawa-KSB tersebut.

Komisi III DPRD NTB memastikan dukungannya terhadap langkah strategis Bank NTB Syariah dalam memperkuat daya saing, memperluas pembiayaan produktif, serta menjaga kepercayaan nasabah.

“Bank NTB Syariah adalah kebanggaan daerah. Dengan tata kelola yang lebih baik, bank ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi syariah NTB,” pungkas Sambirang. |®|

Penulis : Rossi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

KETOK PALU! APBD PERUBAHAN 2026 LOTENG DISETUJUI – Bupati Pathul: Anggaran Tetap Seimbang Untuk Rakyat
Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol
Perda Pasar Rakyat Loteng Ketinggalan Aturan Pusat, Diminta Dirombak Total
SEMEN HILANG, RAKYAT DIBIKIN MERAYAP! DARI LEMBAR SAMPAI MATARAM PROYEK LUMPUH, HARGA DIGORENG GILA-GILAAN
RSUD Praya Kebut Reakreditasi, Target Beres Desember 2026
Lombok Tengah Panen 91 Inovasi! Bupati Pathul: Jangan Berhenti Berkreasi
Paripurna DPRD Lombok Tengah: Bupati Pathul Bahri Ungkap Strategi Dongkrak PAD dan Perbaikan Jalan 25 Km
APBD KETAT, JANJI TETAP JALAN! Bupati Loteng Jawab 7 Fraksi: SILPA Nol Rupiah, Guru Sejahtera, Sad
Berita ini 13 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Jumat, 25 September 2026 - 21:27 WIB

KETOK PALU! APBD PERUBAHAN 2026 LOTENG DISETUJUI – Bupati Pathul: Anggaran Tetap Seimbang Untuk Rakyat

Jumat, 25 September 2026 - 16:14 WIB

Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol

Rabu, 23 September 2026 - 14:27 WIB

Perda Pasar Rakyat Loteng Ketinggalan Aturan Pusat, Diminta Dirombak Total

Selasa, 22 September 2026 - 12:29 WIB

SEMEN HILANG, RAKYAT DIBIKIN MERAYAP! DARI LEMBAR SAMPAI MATARAM PROYEK LUMPUH, HARGA DIGORENG GILA-GILAAN

Selasa, 22 September 2026 - 07:44 WIB

RSUD Praya Kebut Reakreditasi, Target Beres Desember 2026

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Kepolisian Lombokdaily

Kombes Komang Tresna Dilepas, Kombes dr. Iskandar Nahkodai Kesehatan Polda NTB

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:37 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:14 WIB

Kasus Lombokdaily

Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian

Kamis, 24 Sep 2026 - 10:32 WIB