Diduga Ada Penyelewengan di Bumdes dan APBDes, Warga Setanggor Bersama Lidik NTB Lapor ke Kejaksaan  Praya 

Senin, 5 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOKDAILY.NET – Masyarakat Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng) NTB bersama LSM Lidik NTB, Senin 5 Mei 2025, resmi melaporkan dugaan penyelewengan Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ke Kejaksaan Negeri setempat.

Dugaan “bau tak sedap” tersebut, muncul tatkala sejumlah tokoh pemuda di desa tersebut, mempertanyakan bagaimana pengelolaan keuangan desa, khususnya yang digelontorkan untuk Bumdes di desa tersebut.

Menurut sejumlah pemuda, pengelolaan Bumdes di desanya itu hingga saat ini dinilai tidak transparan. Namun demikian para pemuda apresiasi aikap pihak desa yang mau mengundang pemuda untuk hadir di desa menerima penjelasan terkait Bumdes tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada kesempatan pertama, kita diundang via WA namun pertemuan dilakukan di halaman kantor desa. Pertemuan ini tidak membuahkan hasil karena yang menemui sejumlah aparat desa dan pimpinan Bumdes,” tutur Ramdan, salah seorang Pemuda Dari Dusun Pedek Stanggor Timur Tiga di temu wartawan di Praya.

Karena tidak membuahkan hasil pada pertemuan pertama itu, pihak desa kemudian mengirimkan undangan kepada pemuda untuk ikut dalam acara yang sesuai di dalam undangan adalah kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) tentang Laporan Pertanggungjawaban Bumdes yang digelar pada Kamis 17 April 2025.

Baca Juga :  Korupsi Insentif Pajak 2019-2023, Jaksa Loteng Tuntut Rampas Aset

Pada pertemuan tersebut, pihak desa bersama Bumdes baru sebatas memperlihatkan dan menjelaskan laporan neraca periode Desember 2024.

Sesuai data neraca yang dimaksud, terdapat nilai aktiva yang terdiri sejumlah kas antara lain kas usaha simpan pinjam Rp. 2.585.000, pembiayaan Rp.1.000.000, kas artshop Rp. 1.500.000. Sementara kas usaha sewa peralatan pesta dan KPSPAM, kas home stay dan kas lain-lain disebutkan nilainya Nihil.

Selain itu, ada activa bank senilai Rp. 52.698, persedian benang dan songket Rp.25.622.000, piutang homestay Rp. 21.50.000, piutang penjualan benang dan songket Rp. 6.659.000, persediaan klinik tani Rp. 16.800.000, piutang simpan pinjam Rp. 92.125.000 dan piutang pembiayaan Rp. 23.052.000. Serta aset senilai Rp. 499.559.500.

Dengan demikian, segala kekayaan atau sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh Bundes disebutkan dalam laporan neraca tersebut senilai Rp. 670.105.198.

Sementara semua kewajiban atau hutang yang dimiliki oleh Bumdes terhadap pihak lain yang harus dilunasi, sesuai pasiva dalam laporan neraca per desember 2024 antara lain: Pades, Dana Sosial dan Bonus Pengurus nilainya nihil.

Sementara dari modal dari pemdes Rp. 542.354.400, bantuan dari pusat Rp. 100.000.000, tambahan modal dari SHU Rp. 27.751.165. Sehingga total pasiva Rp. 670.105.565.

Baca Juga :  Tiga Politisi Ini Serentak Laporkan Dugaan Tipilu 2024

“Yang kami pertanyakan, bagaimana pengelolaanya. Kenapa ada dana mengalir ke homestay, berapa hasil penyewaan terof dan peralatan pesta dan lain-lain,” tandas Ramdan.

Pihak Pemdes dan Bumdes, akan melakukan pertemuan lagi untuk ketiga kalinya,karena tidak bisa menjawab sejumlah pertanyaan pemuda. Namun, hingga hari ini, pertemuan yang diharapkan tersebut tidak kunjung datang.

Pihaknya bersama LSM lanjut Ramdan, menemukan banyak dugaan kejanggalan, mulai dari proyek fisik yang tidak sesuai spesifikasi, dugaan laporan fiktif kegiatan pemberdayaan.

“Intinya pengelolaan Bumdes tidak transparan dan tidak jelas pertanggungjawabanya. Kalaupun ada, itu ada dugaan tidak sesuai yang ada dilapangan,” tandas Ramdan.

“Kami masyarkat desa setanggor sudah beberapa klai mendatangi kantor desa untuk menanyakan hal tersebut, tetapi pihak pemdes tidak mau mengklarifikasi dan tidak mau menanggapi kami,” pungkas Ramdan.

Sementara itu, Sekretaris LSM Lidik NTB Agus Susanto pada kesempatan yang sama menyampaikan, pihaknya bersama warga hari ini telah melayangkan aduan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng terkait dengan hal tersebut dan telah diterima secara resmi oleh pihak kejaksaan.

Laporan ini berdasarkan hasil investigasi lapangan dan temuan dugaan ketidaksesuaian penggunaan anggaran desa dari tahun anggaran 2018 hingga 2024. Ia menegaskan bahwa terdapat indikasi kuat penyalahgunaan wewenang dan dugaan korupsi yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Baca Juga :  Kejati NTB Tetapkan Mantan Sekda Rosiady Sebagai Tersangka Kasus NCC PT Lombok Plaza

“Kami dari LSM LIDIK NTB berharap agar Kejari dapat menindaklanjuti laporan ini secara objektif demi mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel. Dan kami minta kepada inspektorat Kabupaten Lombok Tengah untuk segera melakukan audit khusus supaya kasus dugaan kami ini terang benderang,” pungkas Agus Susanto.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa (Kades) Setanggor, H.Kamaruddin SH menyampaikan, kalau pihak Pemdes Setanggor menjunjung tinggi transparansi dalam melakukan pengelolaan anggaran.

“Sekedar klarifikasi, bahwa pihak pemdes tetap terbuka dalam memberikan penjelasan. Hanya saja kami Pemdes menginginkan secara prosudur,” kata Kades via WA kepada wartawan.

Artinya lanjut Kades, pihak yang bersangkutan mestinya bersurat untuk difasilitasi dan tidak saling komen di forum FB warge setanggor.

“Dan kami tidak begitu mengetahui perdebatan di FB,” imbuh Kades yang menerangkan kalau perdebatan soal masalah tersebut berawal dari percakapan di media sosial.

Saat ditegaskan terkait dengan laporan neraca Bumdes per Desember 2024 tersebut, Kades membenarkan kalau kondisi Bumdes memang sesuai dengan laporan neraca tersebut. Namun, ditanya pendapatnya terkait dengan laporan ke Kejari, Kades hingga berita ini diturunkan, belum memberikan jawaban. (**).

 

 

Penulis : Rossi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

4 Pejabat dan Rekanan Tumbang: Skandal Truk Sampah Rp5,1 M Seret Kadis hingga Direktur ke Penjara 
GONCANG! KEJARI LOTENG TURUN GUNUNG, SELAMATKAN 256 RIBU METER TANAH DESA DARI CENGKERAMAN SENGKETA
SKANDAL PENDIDIKAN LOTENG: MARK-UP, DOKUMEN HILANG, KADIS SEMBUNYI
BOROK PROYEK POLTEKPAR LOMBOK DIBONGKAR: RUP DIUMPETKAN, PENGADAAN MILIARAN DIDUGA TABRAK PERPRES!
Di Bawah Langit Car Free Night, Harapan Anak-Anak Lombok Tengah Disuarakan Jaksa
Korupsi Puskesmas Batu Jangkih: Temuan Fasilitas Miring, Rawan Roboh, dan Komitmen Kejaksaan Kawal Asta Cita Prabowo
32 Perkara Dimusnahkan, Kejari Loteng Hancurkan Sabu, Golok, Hingga Bukti Kasus Anak Dalam Satu Aksi
Selamatkan Uang Negara Rp2,8 M, Polda NTB Limpahkan 2 Tersangka Korupsi Mebel SMK ke Kejaksaan
Berita ini 41 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:54 WIB

4 Pejabat dan Rekanan Tumbang: Skandal Truk Sampah Rp5,1 M Seret Kadis hingga Direktur ke Penjara 

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:52 WIB

GONCANG! KEJARI LOTENG TURUN GUNUNG, SELAMATKAN 256 RIBU METER TANAH DESA DARI CENGKERAMAN SENGKETA

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:07 WIB

SKANDAL PENDIDIKAN LOTENG: MARK-UP, DOKUMEN HILANG, KADIS SEMBUNYI

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:23 WIB

BOROK PROYEK POLTEKPAR LOMBOK DIBONGKAR: RUP DIUMPETKAN, PENGADAAN MILIARAN DIDUGA TABRAK PERPRES!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:49 WIB

Di Bawah Langit Car Free Night, Harapan Anak-Anak Lombok Tengah Disuarakan Jaksa

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

Barejulat Pilih BPD Baru 2026-2034, Cuma 1 Petahana yang Maju Lagi

Senin, 15 Jun 2026 - 18:18 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Kafilah MTQ Nikmati Pesona Wisata Lombok Tengah Jelang Malam Penutupan

Senin, 15 Jun 2026 - 17:50 WIB