Lombok Tengah – Proyek solar cell atau listrik tenaga surya senilai Rp8 miliar di Lombok Tengah tidak berfungsi. Alat yang dipasang di 4 puskesmas dan 1 laboratorium kesehatan sekarang rusak dan tidak terpakai.
Lima lokasi yang dipasangi solar cell adalah Puskesmas Kuta, Puskesmas Batu Jangkih, Puskesmas Awang, Puskesmas Truwai, dan Laboratorium Kesda Loteng. Harga satu unit solar cell disebut mencapai Rp1 miliar.
Namun di lapangan, banyak alat tidak menyala. Saat listrik padam, pasien dan petugas puskesmas tetap kepanasan. Ruangan gelap dan tidak bisa menggunakan alat medis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Humas Fakta RI, Lalu Erlan Setiardi, menemukan kejanggalan pada proyek tahun 2024 dan 2025 di Dinas Kesehatan Loteng. Ia menduga harga solar cell terlalu mahal. Rp1 miliar per titik dianggap tidak wajar dan diduga tidak sesuai dengan barang yang dipasang.
Bukti kerusakan sudah terlihat di Puskesmas Awang dan Puskesmas Kuta. Alat tidak berfungsi maksimal dan ada yang sudah rusak padahal baru beberapa tahun dipasang.
FAKTA RI minta Kejaksaan Praya Kejati NTB segera periksa proyek ini. Uang Rp8 miliar itu uang rakyat. Jangan sampai hanya jadi pajangan di atap puskesmas.||
Editor: Redaksi
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















