LOMBOK TENGAH – Satgas MBG NTB dan Lombok Tengah turun sidak langsung ke dapur SPPG Gunung Kidul, Desa Mekar Bersatu, Batukliang, Yayasan Budi Sain Mangkling. Dapur ini yang masak MBG yang diduga bikin 266 siswa keracunan.
Ditanya soal standar dapur, Satgas bilang kalau gedungnya sudah oke.
“Kalau secara fisikal saya sudah cek, sudah oke lah. Sudah menunjukkan syarat apa yang sesuai suplai yang diperlukan BGN. Cuma sekarang bagaimana memilah, memilih, memproses, mendistribusi itu aja,” kata Satgas MBG Provinsi NTB, Abdul Gani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, lokasi dapur sudah bagus, tapi yang jadi masalah pinter-pinter memilih bahan makanan. Kalau bahan telat diolah, cepat basi.
Masalah kedua adalah jarak antar. Topografi Loteng jauh-jauh, orbitasi jauh, ini berisiko makanan basi di jalan.
Menu Jum’at Kebab dan Tempe Krispi
Saat sidak ditanya soal menu, ada salad, tempe krispi. Ahli gizinya bilang sudah sesuai pedoman BGN, harus ada karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan buah. Karena hari Jumat menu ringan, jadi dipakai kebab yang dimodifikasi.
Satgas menyatakan ini jadi bahan evaluasi untuk mitra, yayasan, dan SPPI selaku kepala dapur. SPPI-nya sekarang masih diambil keterangan di Kortem.
Wajib Ada Label Jam Makan
Satgas juga soroti label. Harusnya di ompreng ada tulisan jam berapa harus dikonsumsi, maksimal berapa jam setelah didistribusikan.
“Sudah kita arahkan, sudah punya surat edaran. Harus tertera kapan harus dikonsumsi,” tegasnya.
Saat sidak juga sempat ditanya soal APAR, alat pemadam api. Awalnya terlihat tidak ada, ternyata ada 2 APAR di dapur.
Korban sendiri yang di Puskesmas Pringgarata 140 orang, masuk jam 11 siang, jam 12 siang banyak yang sudah bisa pulang. Di Puskesmas Mantang sudah kosong tinggal 1 orang yang diinfus.
Gejalanya umum mual, muntah, diare. Satgas menyatakan untuk pertolongan pertama bisa pakai kelapa muda sambil berdoa agar semua anak penerima manfaat cepat sehat kembali.
Satgas juga ingatkan, sebelum MBG dibagikan ke sekolah seharusnya ada tes rasa dan cek dulu. | Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















