FISKAL 2026 BERAT, LOMBOK TENGAH NAIKKAAN PENDAPATAN Rp128,2 MILIAR

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pathul: Transfer Pusat Turun, Bagi Hasil PT Amman Anjlok, Kita Tutup Lewat Kurang Bayar DBH dan SiLPA

PRAYA, Lombok Tengah Post – Tahun Anggaran 2026 menjadi tahun terberat bagi fiskal Kabupaten Lombok Tengah. Hal itu ditegaskan Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, S.IP, M.AP dalam Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD 2026 pada Rapat Paripurna DPRD, Kamis (10/9/2026) kemarin.

“Tahun Anggaran 2026 merupakan tahun yang cukup berat dari sisi fiskal. Kita menghadapi keterbatasan kemampuan fiskal daerah dan tingkat ketergantungan terhadap pendapatan transfer masih tinggi, sementara transfer ke daerah mengalami penurunan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya,” tegas Pathul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati menjelaskan, sebagian besar pendapatan transfer bersifat earmarked atau sudah ditentukan penggunaannya. Di sisi lain, daerah dituntut memenuhi mandatory spending, belanja wajib dan mengikat, transfer ke pemerintah desa, serta dukungan program prioritas nasional.

Baca Juga :  100 Pelaku IKM di Praya Ikuti Bimtek Pemasaran Digital dari BRIN

Tantangan semakin besar karena Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah anjlok, khususnya pendapatan bagi hasil dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Namun celah fiskal terbuka dari perolehan kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat yang dianggarkan di Perubahan APBD tahun ini, ditambah peningkatan target PAD dan pemanfaatan SiLPA Tahun Anggaran 2025.

Pendapatan Naik, Belanja Digenjot

Dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, pendapatan daerah ditargetkan naik Rp128.294.476.016,66 dari semula Rp2,491 Triliun menjadi Rp2,619 Triliun.

Rinciannya:

1. PAD naik Rp67,43 Miliar menjadi Rp602,15 Miliar.

2. Pendapatan Transfer naik Rp78,24 Miliar menjadi Rp2,007 Triliun. Sumbernya dari kurang bayar DBH Pemerintah Pusat dan Bantuan Keuangan Khusus dari Pemprov NTB untuk program unggulan Desa Berdaya.

3. Lain-lain Pendapatan Sah turun Rp17,38 Miliar menjadi Rp9,24 Miliar.

Sementara belanja daerah naik signifikan Rp299,77 Miliar dari Rp2,482 Triliun menjadi Rp2,782 Triliun.

Baca Juga :  PDAM Lombok Tengah Berkomitmen Memberikan Pelayanan Prima dengan Respon Cepat Pengaduan Konsumen

Tambahan belanja itu diprioritaskan untuk:

1. Belanja wajib dan mengikat, termasuk gaji dan tunjangan ASN serta penyediaan gaji PPPK Paruh Waktu; 2. Penyelesaian kurang bayar bagi hasil pajak dan retribusi daerah kepada pemerintah desa serta kewajiban kepada pihak ketiga; 3. Mempertahankan komitmen Universal Health Coverage (UHC), termasuk iuran JKN dan BPJS Ketenagakerjaan bagi PPPK Paruh Waktu; 4. Mendukung prioritas nasional: pengendalian inflasi, pengentasan kemiskinan, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga swasembada dan ketahanan pangan.

Menjawab tuntutan masyarakat, infrastruktur jalan menjadi perhatian khusus. Belanja modal jalan dalam perubahan ini direncanakan menjadi Rp73,06 Miliar.

“Dukungan anggaran tersebut belum bisa menjangkau seluruh kebutuhan ruas jalan, namun secara bertahap diharapkan terus berlanjut sehingga memperlancar mobilitas dan memperkuat konektivitas antar wilayah,” kata Bupati.

SiLPA Jadi Penutup Defisit, APBD Berimbang

Dari sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan naik Rp171,47 Miliar menjadi Rp212,47 Miliar. Sebagian besar berasal dari penyesuaian SiLPA 2025 berdasarkan hasil audit BPK-RI, termasuk pinjaman jangka pendek BLUD RSUD Praya yang tetap Rp18 Miliar untuk obat dan bahan medis habis pakai.

Baca Juga :  Rapat Kerja Ketua Komisi I DPRD dengan OPD Bahas ProPemperda Tahun 2026

Pengeluaran pembiayaan tetap Rp49,18 Miliar untuk angsuran pokok pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan pengembalian utang BLUD RSUD Praya.

Dengan demikian pembiayaan netto sebesar Rp163,29 Miliar digunakan untuk menutup defisit, sehingga struktur Rancangan Perubahan APBD 2026 dalam kondisi berimbang dengan SiLPA tahun berkenaan Rp0.

Di akhir pidatonya, Bupati mengingatkan bahwa APBD adalah instrumen hukum.

“Kepatuhan terhadap hukum harus menjadi pagar utama. Setiap perubahan pendapatan harus memiliki dasar dan perhitungan yang jelas. Setiap rupiah yang kita sepakati harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan kepada negara,” pungkasnya.

Sidang akan dilanjutkan dalam pembahasan bersama antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah. | Editor:  Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

RSUD Praya Resmi Naik Kelas B, Bupati Loteng: Kalau Kelasnya Sudah B, Pelayanannya Juga Harus Kelas B
Bupati Loteng Lantik 10 Pejabat Struktural, dr. Basirun Resmi Jabat Direktur RSUD Praya Kelas B
DEBAT SKAKMAT DI DPRD LOTENG: Halim vs Ketua Komisi I Adu Mulut Soal Surat Sehat. “Buktikan Dulu Dia Storke”
LASQI Loteng 2026 Tuntas, Praya Juara Umum – Bupati Pathul Titip Pesan Soal Sampah
Khidmat di Halaman Kantor Bupati, Lombok Tengah Teguhkan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa
Belum Pernah Jual Tanah, Kok Sertifikat Sudah Atas Nama Orang Lain? Warga Sukadana Geruduk BPN Loteng
Dekranasda Lombok Tengah Promosikan Tenun dan Kerajinan Ketak di Kriyanusa Jakarta
Sowan ke DPRD, BPD Batunyala Perkuat Sinergi Kawal Tata Kelola Desa Biar Transparan
Berita ini 9 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:51 WIB

RSUD Praya Resmi Naik Kelas B, Bupati Loteng: Kalau Kelasnya Sudah B, Pelayanannya Juga Harus Kelas B

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Bupati Loteng Lantik 10 Pejabat Struktural, dr. Basirun Resmi Jabat Direktur RSUD Praya Kelas B

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:51 WIB

DEBAT SKAKMAT DI DPRD LOTENG: Halim vs Ketua Komisi I Adu Mulut Soal Surat Sehat. “Buktikan Dulu Dia Storke”

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:10 WIB

LASQI Loteng 2026 Tuntas, Praya Juara Umum – Bupati Pathul Titip Pesan Soal Sampah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Khidmat di Halaman Kantor Bupati, Lombok Tengah Teguhkan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Kepolisian Lombokdaily

Abah AIS Tumbang: Dari Pimpinan Ponpes ke Kursi Tersangka

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:57 WIB

Lombokdaily Internasional

JANGAN TAKUT ISU PERANG SAUDARA, MK HARUS TEGAK DI ATAS KONSTITUSI

Selasa, 6 Okt 2026 - 05:52 WIB