LOMBOK TENGAH– Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri, S.I.P. M.A.p membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lombok Tengah di Raja Hotel Mandalika, Jum’at, 24 April 2026. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya informasi yang komprehensif disampaikan ke publik. Menurutnya, pemberitaan setengah-setengah akan memicu persepsi dan tafsiran berbeda di masyarakat yang tidak sesuai pokok berita. “Kalau disampaikan setengah-setengah, maka akan menimbulkan persepsi dan tafsiran serta pandangan yang berbeda dari masyarakat,” kata Pathul. Bupati juga mengajak wartawan peka terhadap isu yang luput dari pantauan publik namun berdampak pada citra Pemkab. Ia mencontohkan demo nakes beberapa hari lalu yang justru diikuti peserta dari luar Lombok Tengah. “Yang ikut demo justru dari wilayah tetangga. Nah kalau ini mestinya wartawan ikut marah dan memberitakan,” ujarnya. Pathul meminta wartawan terus meningkatkan kompetensi agar tulisan memiliki korelasi dengan kutipan narasumber. Ia mengaku pernah mengalami pernyataannya dikutip tidak sesuai konteks. “Maksud saya, dalam memberitakan suatu persoalan, harus benar-benar dipahami konstruksi persoalannya sehingga aman dan nyaman ketika ditulis beritanya,” imbuhnya. Sementara itu, Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K. menyoroti maraknya “wartawan bodrex” yang memuat berita tanpa konfirmasi. Menurutnya, wartawan seperti itu kerap menakut-nakuti masyarakat dan pejabat serta tidak mendukung pembangunan daerah. “Misalkan, nanti saat jelang MotoGP, beritanya hotel penuh, tidak aman. Jadi masyarakat luar yang akan datang ke sini jadi takut,” kata Kapolres. Eko menilai, selama tiga musim MotoGP terakhir, gaung pemberitaan positif menurun meski jumlah penonton naik signifikan. Hal itu membuat sejumlah pejabat tinggi dan relasinya mengurungkan niat datang ke Mandalika. “Ini karena pemberitaan di Mandalika susah hotel, susah transportasi, mahal makanan,” ucapnya.
Kapolres juga menambahkan soal keselamatan pers
Ia mengingatkan wartawan agar tetap mengutamakan keselamatan saat meliput, terutama di lapangan dan lokasi rawan konflik. “Kami dari kepolisian siap mendukung kerja-kerja jurnalistik. Tapi rekan-rekan wartawan juga harus jaga keselamatan diri. Koordinasi dengan aparat kalau liputan di situasi berisiko. Jangan sampai niat memberitakan malah jadi korban,” tegas Eko. Kapolres berharap wartawan PWI membantu memberitakan hal positif untuk pariwisata. “Ini tugas bersama untuk memuat berita yang baik dan menarik, sehingga bisa mencapai tujuan menjadikan pers berkualitas untuk pariwisata berdaya saing di Lombok Tengah yang masmirah,” tutupnya. (Rossi).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Rossi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















