SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!

Selasa, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYA BARAT DAYA, LOTENG – Gelaran Pemilihan Kepala Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, belum juga ditetapkan, tapi aroma busuk dugaan kecurangan sudah menyengat ke mana-mana. Jika dibiarkan, 2000 masyarakat siap melawan!

Hal itu ditegaskan bakal calon Kades Kabul, Ahmad Halim, dalam audiensi dengan Panitia Pilkades Kabupaten, Senin (29/9).

Ada dua bom yang dia ledakkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BOM PERTAMA: SURAT SEHAT JASMANI DIDUGA PALSU

Ahmad Halim terang-terangan menuding salah satu bakal calon berinisial MUG mengantongi surat keterangan sehat jasmani palsu.

“Hampir 70 persen masyarakat Kabul tahu kalau balon yang satu ini memang sakit-sakitan. Ada riwayat sakit strok katanya. Lalu apanya yang dicek kalau dia dikatakan sehat? Jasadnya saja sakit,” tegas Halim.

Menurut Halim, wajar jika publik curiga ada udang di balik batu. Tidak mungkin dokter yang baik dan benar mengeluarkan keterangan sehat untuk orang yang jelas sakit-sakitan. Dia menduga ada praktik pakai orang lain saat cek kesehatan.

Baca Juga :  Nongkrong Bawa Petaka! Jambret N-Max Keok di Sidang, Penadah Siap-Siap Gigit Jari

 

Karena itu, dia menuntut Panitia Kabupaten merekomendasikan cek kesehatan ulang terhadap MUG.

BOM KEDUA: UANG BUMDes 11 TAHUN TAK KEMBALI, KTP SILUMAN MEMBLUDAK

Ini yang lebih parah. Halim membongkar ada bakal calon yang mengemplang uang BUMDes.

“Dia ngambil uang BUMDes sampai sekarang ada yang 11 tahun, 8 tahun, 5 tahun belum dikembalikan. Itu uang rakyat! Pedagang kaki lima butuh pinjaman bunganya 12 persen, sementara KPM BUMDes ini dimakan segelintir orang,” bebernya.

Tak hanya itu, kejanggalan dukungan KTP juga disorot. Syarat dukungan Pilkades Kabul hanya 12 persen atau sekitar 577 KTP. Tapi ada calon yang setor hingga 1.300 KTP.

“Kalau benar dia dapat 1.300, ndak usah ada pemilihan di Kabul. Dia langsung menang. Tapi kami yakin, yang dukung dia cuma 50-100 orang, sisanya dobel-dobel 700,” ujarnya.

Baca Juga :  Ratusan Kades Demo! Bakar Sampah dan Pukul Pintu

Kejanggalan makin menjadi. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabul hanya 4.829 jiwa. Tapi total KTP yang dikumpulkan 6 calon mencapai 6.370 KTP.

“Jiwa pilih 4.800, anggap yang ada di kampung 4.000, sisanya di luar negeri. Dari mana datangnya 6.370 KTP? Luar biasa! Tidak menutup kemungkinan ada yang comot dari data PKH, BPJS, Koperasi,” tuding Halim.

Dia mengaku sebagai orang kritis terancam disingkirkan karena aturan tidak jelas.

“Di mana letak Luber dan Jurdil itu? Rahasia waneh, Jujur dan Adil waneh. Kalau KTP jadi syarat tapi verifikasinya malik ketuan malik si dukung,” sindirnya.

Menurut Halim, pihak Camat Praya Barat Daya sudah siap mengeluarkan rekomendasi untuk cek kesehatan ulang.

JAWABAN PANITIA KABUPATEN: ASPIRASI DITERIMA, SOAL DUIT LAPOR POLISI

Menanggapi itu, Panitia Pilkades Kabupaten Lombok Tengah dari Dinas DPMD, Imam Satriawan, menyatakan semua aspirasi diterima sebagai catatan merah untuk direvisi. “Soal aturan TKJS memang begitu aturannya, tapi aspirasi masyarakat kami terima dan akan kami sampaikan untuk dibahas,” kata Imam.

Baca Juga :  SASAKA GEBRAK KEJATI: DANA SILUMAN DPRD NTB JANGAN JADI KASUS SILUMAN!

Untuk soal dugaan penggelapan uang BUMDes, Imam menegaskan itu bukan ranah Panitia Pilkades.

“Penyelidikan keuangan ada mekanisme hukum sendiri. Silahkan tempuh jalur hukum bisa melalui kepolisian atau inspektorat. Kami di DPMD sebagai pembina sangat menyambut baik iklim terbuka,” ujarnya.

Dia juga menyebut laporan terkait Pelinggihm sudah ditindaklanjuti.

Kini bola panas ada di tangan Panitia Kabupaten. Apakah tuntutan cek ulang kesehatan dan verifikasi faktual KTP akan dilaksanakan? Atau Pilkades Kabul akan terus berjalan dengan cacat bawaan dan meninggalkan dendam bertahun-tahun?

“Ini catatan benang merah yang akan kami bongkar habis-habisan kalau tidak diindahkan,” tutup Ahmad Halim. | Editor: Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Posyandu Rasa Alfamart? Ibu-Ibu di Mataram Heboh, Cek Kesehatan Anak Sambil Belanja!
Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian
SEMEN HILANG, RAKYAT DIBIKIN MERAYAP! DARI LEMBAR SAMPAI MATARAM PROYEK LUMPUH, HARGA DIGORENG GILA-GILAAN
9 MEDALI DIKANTONGI, DODEK RESMI PIMPIN BOLA BESI LOTENG!
TERCIDUK DI DEPAN SAMSAT! Bawa Trail Curian dari Mataram, Pemuda 20 Tahun Tak Berkutik di Praya
DANA SILUMAN DPRD NTB : DIKEMBALIKAN BUKAN BERARTI DIMAAFKAN
DARI HULU MATA AIR LANTAN, KADES PASANG BADAN UNTUK DIRUT PDAM LOTENG
DARI HULU MATA AIR LANTAN, KADES PASANG BADAN UNTUK DIRUT PDAM LOTENG
Berita ini 95 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Selasa, 29 September 2026 - 16:29 WIB

SKANDAL PILKADES KABUL MELEDAK: Surat Sehat Diduga Palsu, Uang BUMDes 11 Tahun Macet, KTP Siluman 6370 Lembar!

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Posyandu Rasa Alfamart? Ibu-Ibu di Mataram Heboh, Cek Kesehatan Anak Sambil Belanja!

Kamis, 24 September 2026 - 10:32 WIB

Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian

Selasa, 22 September 2026 - 12:29 WIB

SEMEN HILANG, RAKYAT DIBIKIN MERAYAP! DARI LEMBAR SAMPAI MATARAM PROYEK LUMPUH, HARGA DIGORENG GILA-GILAAN

Jumat, 18 September 2026 - 19:32 WIB

9 MEDALI DIKANTONGI, DODEK RESMI PIMPIN BOLA BESI LOTENG!

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

Dekranasda Lombok Tengah Promosikan Tenun dan Kerajinan Ketak di Kriyanusa Jakarta

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:44 WIB

Kasus Lombokdaily

PONPES ATAU SARANG NAFSU? 16 SANTRI DIDUGA JADI KORBAN MODUS ISTRI KEDUA

Senin, 28 Sep 2026 - 19:36 WIB

Kasus Lombokdaily

Abah Sumar Akhirnya Datang Penuhi Panggilan Polisi

Senin, 28 Sep 2026 - 19:20 WIB