PRAYA – Kedok agama dipakai untuk memangsa santri. Dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat, Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, akhirnya terbongkar.
Modusnya licik. Korban ditawari janji manis: dijadikan istri kedua.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram, Joko Jumadi, membenarkan pola itu. Dari pengakuan korban, tawaran nikah itu jadi pintu masuk. Setelah itu baru terjadi sentuhan yang mengarah ke dugaan kekerasan seksual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak hanya satu, tetapi diduga ada dua pelaku. Karena dari alat bukti dan korban cukup kuat mengarah ke dua pelaku,” tegas Joko.
Faktanya mengerikan. Hingga Minggu malam (27/9), sudah 16 orang melapor pernah menjadi korban di ponpes tersebut. Dari jumlah itu, baru 12 orang yang dimintai keterangan oleh penyidik PPA Polres Lombok Tengah.
Dua nama terseret. Selain mantan pimpinan ponpes M. Imanuddin Sumar alias Abah Sumar, seorang pengajar berinisial M juga diduga terlibat.
Kasus ini sudah bikin orang tua panik dan ramai-ramai menjemput anaknya dari ponpes tersebut. LPA Mataram juga sudah menyerahkan bukti tambahan ke penyidik.
Polisi didesak tidak main-main. Ini bukan aib yang harus ditutup, ini kejahatan yang harus diusut tuntas. | Editor: Redaksi
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















