Dilaporkan Sejak Februari, Kasus Tuan Guru di Loteng Jadi Prioritas – Korban Sempat Hilang Kabar di Mesir

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tuan Guru Belum Tersangka dan Belum Ditahan, Polisi Kejar Saksi Korban

LOMBOKDAILY.NET- Kasus dugaan asusila yang melibatkan oknum Tuan Guru di salah satu pondok pesantren di Lombok Tengah akhirnya buka suara. Kasat Reskrim Polres Loteng AKP Punguan Hutahaean menegaskan penanganan perkara ini menjadi prioritas utama.

Punguan menjelaskan, kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan sejak Februari 2025. Sempat dilakukan pemeriksaan awal, namun setelah itu korban hilang kabar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebelum viral kami sudah komunikasi intens. Mungkin korban punya pertimbangan pribadi sehingga hilang kabar. Monitoring terakhir kami, korban beserta barang bukti yang dikuasai berada di Mesir,” jelas Punguan (22/9/2026) dikantornya.

Baca Juga :  Satgas Pangan Polres Lombok Tengah Awasi Stok dan Harga Beras, Pastikan Sesuai HET 

Polisi mengaku sudah memperkirakan alasan korban menghilang setelah melapor, mulai dari rasa malu hingga tekanan dari luar. Karena itu, pihaknya kini membuka ruang seluas-luasnya bagi korban lain yang takut melapor.

Untuk saksi dewasa akan dipanggil terbuka. Sementara untuk saksi korban, polisi akan berkoordinasi dengan PPA agar privasinya terjaga. Bahkan penyidik siap datang langsung ke lokasi korban.

 

Tuan Guru Belum Tersangka, Belum Ditahan

 

Menjawab isu Tuan Guru diamankan, Punguan menegaskan itu tidak benar. Hingga hari ini statusnya masih penyelidikan, belum tersangka.

Baca Juga :  Sita Dua Mobil, Tim Puma Polda NTB Ciduk Komplotan Preman Berkedok DC di Lombok Timur dan Loteng 

“Untuk Tuan Guru tidak mungkin langsung periksa terlapor tanpa ada saksi. Kami fokus ke saksi dulu, baru saksi korban, baru terlapor. Tadi kami konfirmasi, beliau ada kegiatan pribadi di Mataram,” katanya.

Barang bukti berupa bukti digital pun baru diserahkan hari ini dan belum dianalisa. Punguan menegaskan polisi tidak mau melakukan persekusi.

“Kami mempedomani asas praduga tak bersalah. Kami ikuti SOP. Apa yang bisa dipercepat secara administrasi akan kami percepat, tapi tidak tanpa alat bukti,” tegasnya.

Baca Juga :  Mediasi Ricuh, Warga Desak Pelaku Pengeroyokan Dihakimi Massa di Mataram

Pondok Kesan Tertutup, Ratusan Wali Jemput Anak

Saat penyidik berkunjung ke pondok, pihak pondok disebut cenderung tertutup dan melarang santri berbicara. Informasi dari orang tua, pondok meliburkan santri sampai hari Kamis.

Kondisi di lapangan sempat bergejolak, ratusan wali murid datang menjemput anak mereka.

Polres Loteng pun mendorong media dan masyarakat yang punya informasi untuk berani speak up. Polisi menjamin kerahasiaan pelapor.

“Kalau ada yang ingin speak up tapi tertutup, kami terbuka untuk ruang komunikasi,” tutup Punguan. | Editor: Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Geger Laporan BBC Viral! Ponpes ABW di Lombok Tengah Digeruduk Wali Santri Tengah Malam, Ramai-ramai Jemput Anak
TERCIDUK DI DEPAN SAMSAT! Bawa Trail Curian dari Mataram, Pemuda 20 Tahun Tak Berkutik di Praya
Polisi Petakan Jalur Anti-Macet MotoGP Mandalika 2026
Pimpinan Ponpes Nurul Ikhlas Divonis 14 Tahun, Hakim: Salahgunakan Kamar Khalwat dan Ilmu Laduni
Dari Dirreskrimum Hingga Kapolsek Dicomot, Aksi Penipu Berkedok Pejabat Polda NTB Berakhir di Bui
Peringati Maulid Nabi di Masjid Baitussalam, Kapolda NTB Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah
Rekomendasi: Polda NTB Kawal Purnama Ketiga, Amankan Sembahyang di Pura Batu Bolong
Kapolda NTB dan Muazzim Akbar Sepakat Perkuat Kolaborasi, Kunci Jaga Kamtibmas NTB
Berita ini 23 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Selasa, 22 September 2026 - 15:46 WIB

Dilaporkan Sejak Februari, Kasus Tuan Guru di Loteng Jadi Prioritas – Korban Sempat Hilang Kabar di Mesir

Selasa, 22 September 2026 - 07:33 WIB

Geger Laporan BBC Viral! Ponpes ABW di Lombok Tengah Digeruduk Wali Santri Tengah Malam, Ramai-ramai Jemput Anak

Jumat, 18 September 2026 - 14:30 WIB

TERCIDUK DI DEPAN SAMSAT! Bawa Trail Curian dari Mataram, Pemuda 20 Tahun Tak Berkutik di Praya

Jumat, 4 September 2026 - 18:09 WIB

Polisi Petakan Jalur Anti-Macet MotoGP Mandalika 2026

Kamis, 3 September 2026 - 20:02 WIB

Pimpinan Ponpes Nurul Ikhlas Divonis 14 Tahun, Hakim: Salahgunakan Kamar Khalwat dan Ilmu Laduni

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Pemerintahan Lombokdaily

RSUD Praya Kebut Reakreditasi, Target Beres Desember 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 07:44 WIB