MATARAM — Ribuan warga kumpul damai di depan Kantor Gubernur NTB, Senin 22 Juni 2026. Mereka bawa spanduk dukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program andalan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Aksi itu disebut media lokal sebagai ribuan massa yang kepung kantor gubernur untuk dukung MBG.
Yang bikin heboh, Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal ikut naik ke atas mobil komando. Dari atas mobil ia ngomong langsung ke massa. “Suara, aspirasi teman-teman sudah saya dengar dan sudah saya catat,” katanya, sambil muji aksi yang damai dan bermartabat.
Foto gubernur di mobil komando langsung viral di grup-grup WA dan Facebook.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seminggu kemudian, Sasaka angkat bicara
Minggu, 29 Juni 2026, Sasaka Nusantara NTB gelar jumpa pers di Mataram. Ketua Umum YM Lalu Ibnu Hajar bilang ada tiga hal yang janggal:
1. Massa aksi patut dipertanyakan
Sasaka duga peserta banyak digerakkan jaringan relawan gubernur, ditambah pengusaha dapur SPPG atau Dapur MBG yang punya afiliasi ke yayasan tertentu.
2. Rawan benturan kepentingan
MBG pakai uang negara besar. SPPG ditunjuk jadi mitra pelaksana. Kalau gubernur punya relasi politik atau bisnis dengan pengelola SPPG, naik mobil komando bisa dibaca sebagai keberpihakan.
3. MBG jangan dipolitisir
“MBG ini untuk gizi anak-anak NTB, bukan proyek segelintir kelompok,” tegas Sasaka.
4 tuntutan Sasaka ke Pemprov NTB Klarifikasi terbuka. Gubernur jelaskan kenapa ikut orasi di mobil komando. Ada hubungan keluarga, politik, atau bisnis dengan yayasan atau SPPG yang ikut aksi atau tidak?. Buka data SPPG. Umumkan daftar lengkap dapur MBG se-NTB: nama yayasan atau PT, alamat dapur, nilai kontrak, siapa pengurusnya. Biar rakyat bisa awasi bareng-bareng.. Audit total. Desak BPK RI Perwakilan NTB dan Inspektorat Pemprov audit penunjukan SPPG dan aliran dana MBG. “Jangan sampai jadi proyek siluman baru.”. DPRD turun tangan. Panggil Dinas terkait dan BGN NTB. Tanya terang: ada main mata dalam bagi-bagi dapur MBG atau tidak?
Sasaka tegaskan bukan anti MBG. “Kami dukung penuh MBG untuk anak sekolah, ibu hamil, balita. Tapi kami tolak kalau MBG ditunggangi untuk konsolidasi relawan atau bisnis yayasan,” kata Lalu Ibnu Hajar. Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net




















