Praya, Lombok Tengah – Warga Dusun Lendang Paok, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah digegerkan dengan penemuan mayat perempuan dalam kondisi terbakar di areal perkebunan, Selasa (6/10) malam.
Korban diketahui berinisial M (57), warga setempat. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Lombok Tengah kini turun tangan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian tragis tersebut.
“Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Tim Identifikasi Polresta Lombok Tengah untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban,” tegas Kasi Humas Polresta Loteng, AKP Punguan Hutahaean saat dikonfirmasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berawal dari Niat Bakar Sampah
Kronologi memilukan ini terungkap dari keterangan keluarga. Sekitar pukul 10.00 Wita, korban sempat bertemu anak dan cucunya dan berpamitan hendak membakar sampah di kebun miliknya.
Tanpa ada yang curiga, sekitar pukul 14.00 Wita, cucu korban melihat kobaran api cukup besar dari arah kebun. Namun ia tidak menyadari neneknya berada di lokasi api tersebut.
Keluarga baru panik saat korban tak kunjung pulang. Pencarian dilakukan berkali-kali. Hingga sekitar pukul 18.30 Wita, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan luka bakar parah. Saat ditemukan, bara api masih menyala di sekitar tubuh korban, warga pun langsung memadamkan dengan air.
Polisi yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi. Dari olah TKP, petugas menemukan barang bukti berupa satu buah golok dan satu botol minuman berenergi di dekat korban.
Saat ini polisi belum bisa memastikan apakah korban tewas karena terjebak api saat membakar sampah atau ada penyebab lain. Kondisi jenazah yang mengalami luka bakar cukup berat mengharuskan pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk memastikan penyebab kematian, kami masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait rencana pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah,” pungkas AKP Punguan.
Polisi mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat membakar sampah di lahan kebun, terutama di musim kemarau. | Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net




















