PRAYA, LOMBOK TENGAH – Soal sampah di Kota Praya makin ramai dibahas. Setelah Fraksi Golkar DPRD Loteng mengkritik Pemda, giliran warga dan pegiat yang balik mengkritik DPRD.
Sebelumnya Fraksi Golkar lewat H. Lalu Kelan, S.Pd, minta sistem kebersihan dievaluasi, usul bentuk OPD khusus kebersihan kota, dan minta pengguna aset daerah ikut jaga kebersihan. Golkar juga menyorot armada DLH yang harus ditertibkan.
Kritik itu langsung ditanggapi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Soal sampah ini bukan soal sederhana, butuh sosialisasi dan edukasi dari semua pihak termasuk DPRD,” kata Ali Wardana, yang menyebut bulan Ramadhan lalu pernah hearing ke Pemda soal ini.
Menurut Ali, DPRD jangan kesannya cuma mengkritik Dinas LH. DPRD kan punya agenda turun ke masyarakat lewat Reses resmi maupun non formal.
“Jangan resesnya bahas infrastruktur saja. Mulailah fokus ke soal sampah, sanitasi, khususnya di perkotaan,” ujarnya.
Ia menyebut program edukasi sampah dari DPRD di dapil hampir tidak pernah terdengar. Pokir dewan mayoritas masih untuk bangun jalan dusun, sumur bor, gedung, dan seterusnya. Padahal SDM dan sarana di LH juga masih kurang. “Legislatif sebagai mitra eksekutif mestinya mendorong penganggarannya.”
Ali menambahkan, ini soal pemenuhan hak dasar warga. “Kenapa titik-titik penumpukan sampah makin bertambah karena kurangnya edukasi dari semua pihak. DPRD dendek kesannya taon nyalahn doang,” katanya.
Warga lain ikut menyorot titik kotor di pusat kota. “Jangan urus kota Praya saja pak. Urus di samping kantor Golkar pak dewan, jorok juga Jalan Panjisari,” tulis seorang warga lewat WA.
Dari sisi teknis, keterbatasan armada jadi keluhan. lalu Eko Mihardi menyebut armada yang ada di Loteng tidak mampu menampung berton-ton sampah sehari.
“Pasukan kuning kita hanya sekali mengangkat, pagi saja. Sehari dengan armada yang ada tak bisa menghabisi sampah yang ada di TPS,” kata Eko.
Ia menyebut dalam sehari saja, seluruh Lombok Tengah bisa masuk 80 sampai 90 ton sampah ke TPA. Eko juga mendorong retribusi sampah di TPA harus pakai digital, jangan manual seperti sekarang, untuk mengatasi kebocoran.
Sementara tokoh masyarakat Tgh. Dimyati atau Abah Dimyati sebelumnya meminta tempat pembuangan sampah diratakan. “Jangan hanya fokus satu titik. Praya, Praya Tengah, Kopang dst, harus dibuatkan tempatnya,” ujarnya.
Sampai berita ini ditulis, DPRD Loteng menyatakan akan terus mengawal isu kebersihan demi Lombok Tengah yang bersih dan berdaya saing.||
Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















