Bupati Pathul Sebut LCR Kado Nyata Hardiknas, Mandalika Disebut Layak Jadi Destinasi Sepeda Dunia
PRAYA, Lombok Tengah -Hari Pendidikan Nasional tahun ini ditutup dengan kayuhan panjang penuh makna. Ajang Lombok Charity Ride (LCR) 2026 resmi finis di Kantor Bupati Lombok Tengah, usai menuntaskan rute “Lombok 360” sejauh 374 km mengelilingi Pulau Lombok. Lebih dari 300 pesepeda tiba di garis finis dengan misi utama: mengayuh untuk pendidikan. Momen ini sekaligus menegaskan LCR 2026 bukan sekadar ajang olahraga, tapi gerakan sosial. Donasi Tembus Rp1 Miliar untuk Guru dan Sekolah
Ketua LCR 2026 menyampaikan apresiasi atas ketangguhan seluruh peserta yang mampu menaklukkan kontur berat Lombok. “Menaklukkan 374 km bukan perkara mudah, apalagi dengan tanjakan dan panas Lombok yang menantang. Tapi semua terbayar karena ini untuk pendidikan,” ujarnya di garis finish.
Ia menegaskan donasi yang terkumpul dari kegiatan ini mencapai lebih dari Rp1 miliar. Dana tersebut akan difokuskan untuk peningkatan kualitas pendidikan dasar serta kapasitas guru dan kepala sekolah di Lombok Tengah. “Ini wujud nyata kepedulian komunitas sepeda terhadap masa depan generasi NTB. Kami mengayuh, anak-anak Lombok yang menuai manfaat,” tegasnya.
Bupati Pathul : LCR Bawa Solusi, Bukan Hanya Sepeda
Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri S.I.P. M.A.P menyambut langsung kedatangan rombongan LCR 2026. Ia menyebut finish di Hari Pendidikan Nasional sebagai kado istimewa bagi daerahnya. “Apresiasi setinggi-tingginya karena telah memilih Kantor Bupati sebagai titik akhir perjalanan luar biasa ini. Lombok Charity Ride tidak hanya membawa sepeda, tapi membawa solusi bagi kualitas guru dan pendidikan dasar,” kata Bupati.
Menurutnya, pembangunan Lombok Tengah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur seperti Mandalika. “Yang lebih penting adalah pembangunan manusia. LCR 2026 sudah memberi contoh itu.”
Mandalika Dipuji, Siap Jadi Surga Pesepeda Dunia
Selain misi sosial, Ketua LCR 2026 juga menyoroti potensi wisata di sepanjang rute. Kawasan Mandalika dan jalur eksotis Lombok Tengah disebut sangat potensial menjadi destinasi sepeda kelas dunia. “Kami berkomitmen terus mempromosikan pariwisata Lombok Tengah lewat kegiatan positif. Jalurnya indah, masyarakatnya ramah,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak peserta LCR kembali ke Lombok Tengah. “Datanglah lagi bukan hanya sebagai atlet, tapi sebagai duta wisata yang menceritakan keindahan Lombok ke dunia.” LCR 2026 membuktikan kolaborasi komunitas dan pemerintah mampu menyatukan olahraga, misi sosial, dan promosi daerah. Lombok Tengah kini kian mantap sebagai pusat sport tourism yang peduli pendidikan. ” Pungkasnya.
Editor : Redaksi
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















