Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si, Kepala BPS Provinsi NTB, Kepala BPS Kabupaten Lombok Tengah, Asisten I Bidang Pemerintahan
LOMBOK TENGAH (NTB).— Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat komitmen pembangunan berbasis data lewat program Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026. Pencanangan dan sosialisasi program digelar Kamis (23/4/2026) di Aula Kantor Desa Mertak Tombok. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si, Kepala BPS Provinsi NTB, Kepala BPS Kabupaten Lombok Tengah, Asisten I Bidang Pemerintahan, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas PMD, serta perwakilan Bapperida. Dalam acara itu, tiga wilayah resmi ditetapkan sebagai desa/kelurahan binaan Desa Cantik 2026, yaitu:
Pertama Kelurahan Praya, Desa Montong Terep dan Desa Mertak Tombok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penetapan tiga wilayah ini menjadi langkah awal penguatan tata kelola data di tingkat desa dan kelurahan. Wakil Bupati HM Nursiah menegaskan posisi strategis desa sebagai ujung tombak pembangunan sekaligus sumber utama data sektoral. “Pembangunan yang efektif harus didukung oleh data yang akurat dan berkualitas. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Nursiah. Ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan standar data yang belum optimal. Karena itu, peningkatan literasi statistik dan kapasitas pengelolaan data melalui Desa Cantik dinilai mendesak.
Kepala Dinas Kominfo Loteng Lalu Herdan (Tengah).
Tujuan Program Desa Cantik 2026.
1. Penguatan kapasitas. Meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam mengelola dan memproduksi data sektoral yang valid.
2. Perencanaan tepat sasaran: Menjadikan data sebagai dasar utama penyusunan program pembangunan desa.
3. Integrasi data. Mendorong tata kelola data yang terstandar dan terintegrasi dari desa hingga kabupaten.
Melalui kolaborasi Pemkab Lombok Tengah dan BPS, desa/kelurahan diharapkan tidak hanya menjadi pengguna data, tetapi juga produsen data yang andal. Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan desa yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.” Pungkas Wabup Nursiah. (TH).
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















