Praya Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar dialog pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aula Kantor Camat Praya Tengah pada Kamis, 29 Januari 2026.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Plt Kepala Dinas DP3AP2KB H. Kusriadi, Camat Praya Tengah Lalu Muhammad Saleh, Kepala Bidang PPA H. Muslim Tasim, Psikolog Haryo Widodo, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Kader PKK.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang SDM Bapperida Sri Muliana Widiastuti menyampaikan bahwa peningkatan SDM menjadi perhatian utama, terutama pada usia anak Sekolah Dasar dan SMP. Ia juga menyebutkan bahwa angka putus sekolah di Lombok Tengah hampir mencapai 14 ribuan, salah satu faktor penyebabnya adalah pernikahan anak.
Sri Muliana juga menjelaskan bahwa DP3AP2KB telah melakukan sosialisasi di 88 SMP negeri di Lombok Tengah dengan tema “Stop Pernikahan Anak” dan slogan “Kendek merarik Kodeq, Laun nyesel seumur irup”.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas DP3AP2KB H. Kusriadi mengajak kepala desa untuk membuat program sambang dusun untuk menyerap aspirasi terkait berbagai hal, termasuk tentang stunting. Ia juga menyebutkan bahwa stunting merupakan salah satu akibat dari pernikahan anak, karena sering kali faktor ekonomi dan belum matang dalam menghadapi permasalahan.{Toh)
Penulis : Rossi
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















