Sambangi Pabrik Garam di Bima, LMI Ingatkan Standarisasi

Senin, 20 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIMA – Gubernur NTB terpilih, Dr. Lalu Muhammad Iqbal (LMI) mengunjungi pabrik garam yang berlokasi di Desa Donggobolo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Kunjungan ini bertujuan untuk mendukung program swasembada garam nasional.

Pabrik garam yang dikunjungi oleh LMI merupakan salah satu penyumbang utama produksi garam di NTB. Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap pabrik ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional, yang menargetkan swasembada garam pada tahun 2024.

Gubernur NTB terpilih Dr H Lalu Muhamad Iqbal (LMI) saat mengunjungi Pabrik Garam di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Koperasi Garam, Kisman, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa Kabupaten Bima memiliki potensi besar dalam produksi garam. Kisman menekankan pentingnya implementasi Peraturan Daerah tentang perlindungan pertambangan, salah satunya dengan pendirian pabrik garam di wilayah ini.

Baca Juga :  Wabup Loteng Target Kemiskinan 10,31 Persen di 2026

“Ke depan, penguatan sektor ini akan terus dilakukan,” katanya, Minggu (19/01).

Kisman juga meminta perhatian lebih dari Gubernur terhadap Kabupaten Bima, yang memiliki jumlah produksi dan petani garam yang besar. Pabrik ini dirancang dengan kapasitas gudang mencapai 1.000 ton per tahun, dan mendapat investasi sebesar Rp11 miliar dari pemerintah pusat. Ini berkat adanya dokumen master plan pengembangan kawasan ekonomi garam yang mengarah pada integrasi sektor ini.

 

LMI memberikan apresiasi atas upaya industrialisasi garam yang melibatkan teknologi dan koperasi. Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan industri garam ini tidak hanya dilihat dari aspek produksi, tetapi juga dari kesejahteraan anggota koperasi.

 

“Keberhasilan industri ini sederhana: apakah anggota koperasi sejahtera atau tidak. Jika setelah 2-3 tahun industri ini tidak membuat kehidupan petani lebih baik, berarti ada yang salah dalam pengelolaannya,” ucapnya.

Baca Juga :  Saipul Muslim Anggota DPRD Pertanyakan Soal Dokumen APBD Perubahan

 

Mantan Duta Besar untuk Turki ini menyoroti pentingnya memenuhi standar industri untuk mengurangi ketergantungan impor garam. Ia berkomitmen untuk memastikan agar produksi garam lokal dapat memenuhi kebutuhan industri nasional.

“Pasar garam nasional sangat besar, dan kita masih impor dalam jumlah besar. Artinya, permintaan lebih besar daripada suplai. Tugas kita adalah memastikan suplai garam memenuhi standar industri,” tambahnya.

Pabrik garam di Bima ini ditargetkan untuk memproduksi 20 ribu ton per tahun dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi garam lokal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, berharap pabrik ini menjadi pendorong dalam mempercepat pembangunan sektor pergaraman di NTB, yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap swasembada garam nasional pada 2024.

Pembangunan pabrik garam ini menghabiskan anggaran Rp10 miliar dan dilengkapi dengan tiga mesin utama: mesin pencuci garam, mesin penghancur kristal garam, dan mesin pengering garam. Semua mesin ini mendukung operasional pabrik agar dapat menghasilkan garam dengan kualitas terbaik.

Baca Juga :  GMPRI Geruduk Kantor DPRD Lombok Tengah, Tuntut Kejelasan Kasus PT PAL

Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2022 memfokuskan pembangunan kawasan usaha pergaraman terintegrasi yang dikenal sebagai Sentra Ekonomi Garam Rakyat (SEGAR). Dengan adanya pabrik garam di Bima, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani garam dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor garam.

 

LMI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan industri garam di NTB. Ia berharap pabrik ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan industri pergaraman yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita harus memastikan bahwa industri ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya akan terus memantau perkembangan pabrik ini dan siap memberikan dukungan yang diperlukan,” ujar Iqbal.(*)

Penulis : Rossi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

POLRESTA, Bupati  LOTENG DAN 314 CALON KADES DEKLARASIKAN PILKADES DAMAI 2026
Kemarau Panjang, Pegawai PDAM Loteng Salat Minta Hujan dan Bagi Santunan
Ratusan Santri di Lombok Tengah Peringati Hari Santri Nasional 2026
Perkuat Akses Keuangan UMKM, Wabup Lombok Tengah Hadir di Rakornas TPAKD 2026
Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Pemda Loteng Paparkan Prioritas APBD 2027
FRAKSI PBR SOROTI APBD 2027 LOTENG Rp2,5 TRILIUN: JANGAN HANYA FOKUS DI MANDALIKA
Pajak Hiburan MotoGP Mandalika Turun, Wabup Loteng: Kita Masih Menunggu Hitungan MGPA
Belanja Pegawai Capai Rp 1,2 Triliun, Pemkab Lombok Tengah Pertahankan Anggaran dan Soroti Pengangguran 2,7 Persen
Berita ini 21 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:09 WIB

POLRESTA, Bupati  LOTENG DAN 314 CALON KADES DEKLARASIKAN PILKADES DAMAI 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Kemarau Panjang, Pegawai PDAM Loteng Salat Minta Hujan dan Bagi Santunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Ratusan Santri di Lombok Tengah Peringati Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Pemda Loteng Paparkan Prioritas APBD 2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:21 WIB

FRAKSI PBR SOROTI APBD 2027 LOTENG Rp2,5 TRILIUN: JANGAN HANYA FOKUS DI MANDALIKA

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Steatment Lombokdaily

ARB Desak KPK Turun ke Lombok Tengah, Bongkar Mafia Tanah dan Hutan Lindung

Jumat, 23 Okt 2026 - 20:50 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

POLRESTA, Bupati  LOTENG DAN 314 CALON KADES DEKLARASIKAN PILKADES DAMAI 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:09 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Kemarau Panjang, Pegawai PDAM Loteng Salat Minta Hujan dan Bagi Santunan

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:46 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Ratusan Santri di Lombok Tengah Peringati Hari Santri Nasional 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:07 WIB