Pidato Lalu Muhammad Iqbal Ungkap Awal Ingin Mengabdi Bangun Kampung Halaman

Selasa, 20 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOKDAILY.NET – Dalam pidatonya itu, Lalu Muhammad Iqbal mengungkap isu, mulai dari polemik yang awalnya membuncah di NTB, terutama terkait dirinya dan HL.Pathul Bahri selaku Ketua Gerindra NTB yang juga ingin maju mejadi calon gubernur melalui Gerindra yang kini meyerahkan rekomendasi untuknya.

Dalam pidato di hadapan ratusan keluarga besarnya itu, Lalu Muhammad Iqbal mennyatakan keharuanya atas kehadiran begitu banyak tokoh dan tuan guru, terlebih lagi atas kehadiran HL.Pathul Bahri yang pada hari minggu itu, hadir selaku Bupati dan juga bagian dari keluarga besar dirinya.

Pada kesempatan tersebut, Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan kalau Bupati Lombok Tengah, HL.Pathul Bahri yang juga Ketua Gerindra NTB adalah “ruan” atau keponaan yang telah memberikanya tambahan semangat pada acara silaturrahmi keluarga besar tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Loek lalok dengan ndek naon ntank besemeton kance beliau (Banyak orang tidak tahu bahwa saya bersaudara dengan beliau -sasak red). Jadi pada saat muncul, dua isu, bahwa saya mau maju jadi gubernur, beliau juga mau maju jadi gubernur, selapuk dengan ngadokan, munparak ndek besemeton ( semua orang adudomba, dikira saya tidak bersaudara-sasak red), hanya satu yang saya bilang ke mereka, di darahnya beliau itu ada darah saya, di darahnya saya juga ada darahnya beliau, kami lebih tau bagimana menyelesaikan semua ini. Itu yang saya katakan ke mereka,” papar Lalu Muhammad Iqbal.

Baca Juga :  Silaturrahmi di Ujan Rintis, Relawan se-Lombok Desak HL.Pathul Maju Pilgub

Dan semuanya lanjut LMI, akronim Mantan Dubes Turki ini, berjalan dengan baik dan mulus, sehingga tidak ada kepala daerah yang lebih besar memberikan hormat di NTB ini kepadanya selain HL.Pathul Bahri. Dan dirinya, juga selalu memberikan taqzim-nya kepada HL.Pathul Bahri.

HL.Pathul Bahri lanjut LMI, orang yang pada 5 tahun terakhir ini mengurus kampung halamanya yakni Kabupaten Lombok Tengah, yang artinya HL.Pathul Bahri telah sekaligus melayani sanak keluarganya. Sehingga tidak mungkin tidak akan menunjukkam rasa taqzim kepada HL.Pathul Bahri.

“Dan kita, telah berjanji dalam pertemuan berdua, kita akan bekerja bersama,  karena niatnya sama,” ucap LMI.

LMI lebih jauh menyampaikan, kalau dirinya merasa pada kesempatan tersebut merupakan pertama kalinya bertemu dengan keluarga besar. Karena hampir semua “rempung” dan semua zuriat terwakili saat itu. Kalau andaikan pertemuan itu adalah sebuah sinetron, maka pertemuan itu judulnya menurut LMI adalah “Kembalinya Si Anak Yang Hilang”.

Baca Juga :  Luncurkan Paket Edufarm Bagi Siswa Sekolah, Bukit Aquila Camp Manfaatkan Lahan Agro

Maka pada kesempatan tersebut, merupakan kesempatan bagi si anak yang hilang untuk bercerita kepada seluruh keluarganya, atas perjalanan panjang sejak beliau berumur 14 tahun. Yang kebetulan saat itu hadir, sahabat-sahabat dan keluarganya yang saat masih di SMP menyaksikan dirinya ketika meninggalkan Pulau Lombok saat masih berusia 14 tahun, kemudian masuk pesantren hingga kuliah di Jogja.

Suatu hari lanjut LMI, ayahandaya naik haji ketika itu pada tahun 1993 dan sang ayahanda memintanya pulang kampung untuk menemani Papuk Beleq (Nenek-nya-sasak red) di Lendang Ape Praya yang saat itu sedang sakit. Dan dirinya ssaat itu ungkap LMI, mendampingi sang kakek hingga akhir hayat.

” Dan disitulah di Kampung Lendang Ape yang tinggi itu, saya melihat ribuan orang, penuh jalan dari Lendang Ape ke Muhajiri oleh manusia untuk mengantarkan Almarhummah ke peristirahatan terakhirnya,” kenang LMI.

Moment itu lanjut LMI, merupakan momen yang paling penting dalam sejarah hidupnya. Pada momen itu, ia memanggil adik-adiknya dan lalu bertanya. Dan pertanyaan itulah yang membuat dirinya saat ini berdiri di acara silaturrahmi tersebut.

Baca Juga :  Kasta NTB Tak Setuju Bila Eks HGU di Lantan Jadi Sekolah

Adapun pertanyaan kepada adik-adiknya saat itu tutur LMI adalah; Dik, kire-kire lemak lamun ite mate, pire dengan eak atong juk kubur? ( Dek, kira-kira kalau kita meninggal, berapa orang yang akan antarkan kita ke kubur/makam? Sasak-red).

Saat itu kemudian kepada adik-adiknya ia mengatakan, mungkin tidak akan ada orang yang akan mengantar ke makam, karena tidak ada orang yang mengenal, karena tidak pernah memberikan mamafaat kepada orang lain. Tidak pernah memberikan kebaikan kepada orang lain, sehingga membuat orang lain berhutang budi dan lalu mencintai.

“Maka pada adik-adik saya saat itu saya berkata, bahwa saya akan pulang dipuncak karir saya,” ungkap LMI yang disambut pekikan Iqbal-Dinda menang oleh segenap hadirin.

Dan apa yang dimaksudkan LMI tersebut, tak lain untuk pulang kampung di NTB dengan niat kebaikan untuk membangun daerah menuju NTB sejahtera dan NTB mendunia. (adv)

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Sasaka Nusantara NTB Apresiasi Kapolda NTB dan Jajaran Polres, Pemberantasan Narkoba di NTB Sukses
Sasaka Nusantara Desak Kejati NTB Segera Tersangkakan 13 Anggota DPRD NTB Penerima Gratifikasi
Tokoh Kesehatan dan Aktivis Sosial, DR. H. Suardi Meninggal Dunia
Sasaka Nusantara NTB Desak KemenPAN-RB Berikan Kepastian Status bagi Honorer
Demokrasi dalam Keluarga, Perbedaan Pilihan Partai Bukan Halangan
Sasaka Nusantara Dukung Polri, Sinergi untuk Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
Temuan Telur Setengah Matang di SPPG Lombok Tengah Ditangani Cepat, Pihak Sekolah Klarifikasi
Sasaka Nusantara Ungkap Filosofi Logo/Lambang yang Membentuk Marwah Masyarakat Sasak
Berita ini 58 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:22 WIB

Sasaka Nusantara NTB Apresiasi Kapolda NTB dan Jajaran Polres, Pemberantasan Narkoba di NTB Sukses

Rabu, 25 Februari 2026 - 09:59 WIB

Sasaka Nusantara Desak Kejati NTB Segera Tersangkakan 13 Anggota DPRD NTB Penerima Gratifikasi

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:24 WIB

Tokoh Kesehatan dan Aktivis Sosial, DR. H. Suardi Meninggal Dunia

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:59 WIB

Sasaka Nusantara NTB Desak KemenPAN-RB Berikan Kepastian Status bagi Honorer

Rabu, 28 Januari 2026 - 22:05 WIB

Demokrasi dalam Keluarga, Perbedaan Pilihan Partai Bukan Halangan

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Kepolisian Lombokdaily

Satgas Pangan Polres Lombok Tengah Pantau Satu Ton Cabai Rawit Tiba di Bizam

Senin, 2 Mar 2026 - 16:12 WIB