Semen Raib, Warga Menjerit! Lombok Tengah Lumpuh, Pemerintah Ke Mana?
PRAYA – Lombok Tengah krisis! Bukan krisis air, tapi krisis semen. Fenomena langka yang tiba-tiba menyergap ini membuat warga frustasi dan kontraktor kalang kabut. Pembangunan terancam lumpuh total.
Di hampir semua toko bangunan, rak semen kosong melompong. Warga dipaksa putar balik dengan tangan hampa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nasib apes dialami Talib, warga Jonggat. Niat hati ingin mempercantik rumah dengan pasang keramik, Senin (21/9) kemarin, ia harus gigit jari. Disisirnya toko bangunan di Desa Puyung, hasilnya nihil. Semua merek ludes.
“Saya mau pasang keramik, namun tidak jadi karena semen ternyata kosong di toko,” keluhnya kecewa. Rencana renovasi pun terpaksa ditunda, hanya karena perekat seharga puluhan ribu itu raib dari pasaran.
Kelangkaan ini bukan isapan jempol. Mahali, seorang subkontraktor asal Praya membenarkan. Pria yang proyeknya harus kelar tahun ini itu mengaku, gudang-gudang besar di Praya pun ikut kering kerontang.
Bahkan jagoan pasar yang biasanya melimpah, Semen Merah Putih, kini ikut menghilang tanpa jejak.
“Hampir semua merek saat ini langka sejak beberapa hari yang lalu,” ungkap Mahali. Akibatnya, sejumlah pekerjaan di lapangan terpaksa mandek. Kontraktor merugi, tukang menganggur.
Ironisnya, kalaupun ada, jumlahnya sungguh mengenaskan.
Owner Toko Sparta Puyung, Hj. Siti Aminah, yang hari ini tokonya juga kosong, membeberkan fakta miris di lapangan. Untuk dapat 50 sak saja, ia harus mengemis dan melobi ke agen-agen besar di Praya.
“Betul langka akhir-akhir ini. Kalaupun ada maka jumlahnya sangat sedikit dan cepat habis,” kata Hj. Siti Aminah.
“Kadang ada 50 sak Bosowa, 50 sak Tiga Roda. Sangat sedikit,” imbuhnya. Jumlah yang tak sebanding dengan kebutuhan ribuan warga Lombok Tengah. Ia pun tak tahu apa biang kerok kelangkaan mendadak ini.
Lalu di mana pemerintah?
Saat krisis di depan mata dan warga menjerit, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah justru memilih bungkam. Kepala Disperindag, Lalu Setiawan, yang dikonfirmasi via WhatsApp terkait carut-marut ini, hingga berita ini naik cetak tak memberikan jawaban sepatah kata pun.
Warga menunggu solusi, bukan keheningan. Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : SDM
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















