Lombok Tengah (NTB) -Lambe Turah, sebuah akun media sosial, telah membuat pernyataan yang tidak akurat tentang Bupati Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri, terkait dengan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah dilakukan analisis dan klarifikasi, terbukti bahwa Lambe Turah salah dalam menangkap ide dan gagasan Bupati.
Klarifikasi Bupati Loteng
Bupati Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri, menjelaskan bahwa pernyataannya tentang “wajar” tidak merujuk pada keracunan itu sendiri, tetapi pada interval angka kejadian keracunan yang masih wajar dibandingkan dengan jumlah penerima manfaat MBG yang mencapai 60 juta orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak Mungkin Pemerintah Wajarkan Rakyatnya Keracunan
Agus Sukandi, seorang tokoh muda Kabupaten Lombok Tengah, menyatakan bahwa tidak mungkin pemerintah akan mengatakan bahwa keracunan itu wajar. Ia percaya bahwa masyarakat sudah cerdas dalam menelaah pernyataan tersebut dan memahami konteks yang sebenarnya.
Bupati Loteng : Pernyataan Saya Dipotong dan Digunakan untuk Kepentingan Mereka
Bupati Lombok Tengah juga menyatakan bahwa pernyataannya dipotong dan digunakan untuk kepentingan Lambe Turah. Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah interval angka kejadian keracunan yang sangat jauh dan tidak perlu diperluas.
Penjelasan Bupati Loteng
Bupati Loteng menjelaskan bahwa program MBG telah membuka 1.000.000 lapangan pekerjaan di 38 Provinsi dan memberikan manfaat kepada 60 juta orang setiap hari. Ia berharap masyarakat dapat memahami konteks yang sebenarnya dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat. (Toh)
Penulis : Rossi
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















