LOMBOK TENGAH – Sambutan Bupati Lombok Tengah Pathul Bahri di pelantikan Dewan Hakam MTQ XXXI NTB 2026, Senen (8/6), pecah tawa sekaligus penuh makna.
Mengawali sebagai “sohibul bait” alias tuan rumah, Pathul curhat soal pawai ta’aruf hingga pentingnya seragam dinas. “Pekerjaan ini memang butuh bapak pakai seragam ini. Tapi sumpah jabatan, baju juga ndak ada artinya kalau tak jujur,” ujarnya disambut tepuk tangan.
Bupati juga berguyon soal keterbatasannya berbahasa Arab. “Saya tidak bisa bahasa Arab,” katanya polos. Meski begitu, ia serius soal syiar Islam. “Saya berpikir bagaimana mengembangkan syiar Islam supaya anggaran lebih besar,” tegasnya. “Yang tepuk tangan setuju, yang tidak tepuk tangan juga setuju,” lanjutnya, bikin hadirin kembali tertawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pathul mengapresiasi kebersamaan di MTQ kali ini. “Tumben seluruh kafilah kita makan bersama. Bapak juga ikut, tidak lupa hitung dirinya,” selorohnya.
Ia berharap dukungan Gubernur dan seluruh bupati/walikota se-NTB untuk suksesnya MTQ. Pathul menekankan pentingnya toleransi. “Semua ikut, termasuk antar agama. Menghargai manusia tanpa ada perbedaan agama,” ujarnya.
Soal kesiapan, Bupati memastikan 7 titik penginapan telah disiapkan. “Apa yang diperintahkan sudah kita laksanakan.” Ia juga minta maaf kepada Dewan Hakim atas segala kekurangan dan mengucapkan selamat datang kepada semua tamu.
Tak lupa promosi wisata, Pathul menyebut mitos lokal. “Ada yang unik, mandi di Benang Kelambu. Mistiknya, mandi dua kali bisa awet muda,” ujarnya. Ia mengajak tamu ke Mandalika dan destinasi lain di Loteng.
Di akhir, Bupati berterima kasih atas terjaganya keamanan selama MTQ. “Semoga MTQ ini membawa berkah untuk kita semua.”
Lantik Dewan Hakam MTQ, Gubernur Iqbal Kembalikan NTB ke Tiga Besar Nasional
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal resmi mengukuhkan Dewan Hakam MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB 2026 di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah.
Di hadapan ulama dan kafilah se-NTB, Iqbal menegaskan posisi Dewan Hakam sangat strategis. “Tanpa Dewan Hakam, tidak ada penilaian MTQ. Mereka penentu akhir prestasi peserta,” tegasnya.
Gubernur meminta Dewan Hakam menjunjung tinggi objektivitas dan integritas. Ia juga menantang seluruh pihak mengembalikan kejayaan NTB di kancah nasional. “Dulu NTB langganan tiga besar nasional. Ini harus kita rebut kembali,” ujarnya.
MTQ XXXI akan mempertemukan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik dari seluruh kabupaten/kota. Iqbal menekankan, MTQ bukan sekadar cari juara, tapi gerakan membumikan Al-Qur’an dan mencetak generasi Qurani.
Lombok Tengah sebagai tuan rumah menyatakan siap menggelar MTQ terbaik.||
Editor: Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















