Praya Barat Daya – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lombok Tengah menggelar dialog pencegahan kekerasan terhadap perempuan (KTP) dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Aula Kantor Camat Praya Barat Daya. Acara ini dihadiri oleh Camat Praya Barat Daya, Husnan SIP, Psikolog Tehnis Haryo Widodo, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Kader PKK.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB, H. Muslim Tasyim S.Kep. Ns. MKes, menyampaikan bahwa kasus perdagangan orang sering kali berawal dari tawaran kerja dengan janji gaji tinggi, tetapi berujung pada eksploitasi dan penipuan. Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap perekrutan tenaga kerja yang tidak melalui prosedur resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada terhadap oknum yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri tanpa jalur resmi. Jangan mudah tergiur janji gaji besar, karena bisa berujung pada eksploitasi. Pemerintah siap membantu setiap warga yang ingin bekerja secara legal dan aman,” jelasnya.
Terkait dengan pernikahan anak, H. Muslim menambahkan bahwa membiarkan pernikahan anak dapat menyebabkan banyak permasalahan. “Dari segi budaya, banyak terjadi proses penggeseran, seperti yang sering terjadi seringkali saat ini kebebasan terhadap anak jarang dibatasi,” katanya.
Camat Praya Barat Daya, Husnan SIP, dalam kata pembukaannya menyampaikan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan masalah serius yang harus ditangani bersama. “Kami sangat apresiasi program yang di motori oleh dinas DP3AP2KB. Hal ini sebagai langkah meminimalisir serta dapat melakukan pencegahan kekerasan perempuan dan anak, begitu juga dengan pernikahan usia anak dapat di minimalisir,” harapnya.(Toh).
Penulis : Rossi
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















