Loteng Genjot Perlindungan Pekerja Desa, Target 2026 Nol Pekerja Rentan Tanpa BPJS

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paritrana Award UCJ 2026 Diluncurkan, Bupati Pathul Bahri: “Ini Bukan Sekadar Penghargaan, Tapi Tameng Nyawa Petani-Nelayan” | 10 Ahli Waris Langsung Terima Santunan Rp42 Juta

LOMBOK TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tancap gas melindungi pekerja rentan. Rabu (13/5/2025), Bupati H. Lalu Pathul Bahri resmi meluncurkan Paritrana Award Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Desa dan Kelurahan 2026 di Ballroom Lantai 5 Kantor Bupati. Peluncuran ini bukan seremoni biasa. Pathul Bahri menegaskan, program ini adalah senjata utama Loteng untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem sesuai Inpres No.8 Tahun 2025. Sasarannya jelas: petani, nelayan, pedagang kecil, buruh harian, hingga pelaku UMKM yang selama ini bekerja tanpa jaring pengaman.

Baca Juga :  Bupati Loteng Pathul Bahri Buka Musrenbang RKPD Di 12 Kecamatan DiLoteng Untuk Tahun 2026

“Melalui Paritrana Award ini, kita dorong semua desa dan kelurahan aktif. Ini bukan hanya soal penghargaan, tapi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Pathul Bahri di hadapan Forkopimda, kepala OPD, camat, kades, lurah, dan BPJS Ketenagakerjaan NTB.

Targetnya keras 2026, seluruh desa-kelurahan di Loteng wajib Universal Coverage Jamsostek. Artinya, tidak boleh ada lagi pekerja yang tewas atau kecelakaan tanpa santunan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang NTB, Nasrullah Umar, menyebut Paritrana Award sebagai “cambuk” bagi desa. “Ini apresiasi untuk desa yang komitmennya tinggi melindungi pekerja. Harapannya, kepesertaan aktif terus naik,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi lll DPRD Lalu Erlan Minta Pemkab Loteng Serius Perhatikan Kondisi PJU Bypass BIL-KEK Mandalika

Bukti nyata langsung ditunjukkan. Di lokasi acara, 10 ahli waris pekerja menerima santunan jaminan kematian masing-masing Rp42.000.000. Total Rp420 juta digelontorkan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Dengan Paritrana Award UCJ 2026, Loteng ingin memastikan satu hal: kerja boleh di sawah, di laut, di pasar, tapi nyawa pekerja tidak boleh lagi dipertaruhkan tanpa perlindungan.

Editor: Redaksi

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

KETOK PALU! APBD PERUBAHAN 2026 LOTENG DISETUJUI – Bupati Pathul: Anggaran Tetap Seimbang Untuk Rakyat
Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol
Perda Pasar Rakyat Loteng Ketinggalan Aturan Pusat, Diminta Dirombak Total
SEMEN HILANG, RAKYAT DIBIKIN MERAYAP! DARI LEMBAR SAMPAI MATARAM PROYEK LUMPUH, HARGA DIGORENG GILA-GILAAN
RSUD Praya Kebut Reakreditasi, Target Beres Desember 2026
Lombok Tengah Panen 91 Inovasi! Bupati Pathul: Jangan Berhenti Berkreasi
Paripurna DPRD Lombok Tengah: Bupati Pathul Bahri Ungkap Strategi Dongkrak PAD dan Perbaikan Jalan 25 Km
APBD KETAT, JANJI TETAP JALAN! Bupati Loteng Jawab 7 Fraksi: SILPA Nol Rupiah, Guru Sejahtera, Sad
Berita ini 26 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Jumat, 25 September 2026 - 21:27 WIB

KETOK PALU! APBD PERUBAHAN 2026 LOTENG DISETUJUI – Bupati Pathul: Anggaran Tetap Seimbang Untuk Rakyat

Jumat, 25 September 2026 - 16:14 WIB

Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol

Rabu, 23 September 2026 - 14:27 WIB

Perda Pasar Rakyat Loteng Ketinggalan Aturan Pusat, Diminta Dirombak Total

Selasa, 22 September 2026 - 12:29 WIB

SEMEN HILANG, RAKYAT DIBIKIN MERAYAP! DARI LEMBAR SAMPAI MATARAM PROYEK LUMPUH, HARGA DIGORENG GILA-GILAAN

Selasa, 22 September 2026 - 07:44 WIB

RSUD Praya Kebut Reakreditasi, Target Beres Desember 2026

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Kepolisian Lombokdaily

Kombes Komang Tresna Dilepas, Kombes dr. Iskandar Nahkodai Kesehatan Polda NTB

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:37 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:14 WIB

Kasus Lombokdaily

Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian

Kamis, 24 Sep 2026 - 10:32 WIB