Obrolan Hangat, pesan panas jangan cuma seragam Rapi, kompetensi satpam juga harus Rapi
MATARAM – Pertemuan boleh dibilang silaturahmi. Suasananya pun disebut hangat. Tapi isi obrolan Kapolda NTB dengan Sekjen ABUJAPI Pusat, Kamis 7 Mei 2026, lebih mirip daftar tugas yang harus segera dikerjakan. Bertempat di Ruang Kerja Kapolda NTB pukul 12.30 WITA, Kapolda yang didampingi para pejabat utama menerima kunjungan Sekjen ABUJAPI. Agenda resminya, memperkuat sinergitas pengamanan swakarsa. Terjemahan bebasnya: Satpam harus naik kelas, BUJP jangan main-main soal aturan. Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid S.I.K., MM, menegaskan fokus audiensi ini adalah profesionalisme. “Bagaimana kita terus meningkatkan profesionalisme anggota Satpam sebagai perpanjangan tangan Polri dalam fungsi pengamanan swakarsa,” ujarnya.
Tiga ‘Catatan Merah’ untuk ABUJAPI
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari ruang ber-AC itu, keluar tiga poin yang lebih mirip rapor
1. Kompetensi Satpam Standarisasi pelatihan harus jalan. Intinya, jangan cuma bisa buka portal dan catat pelat nomor. 2. Legalitas BUJP Semua Badan Usaha Jasa Pengamanan di NTB diwanti-wanti patuh Perpol No. 4 Tahun 2020. Administrasi berantakan, siap-siap kena sentil. 3. Kolaborasi Operasional: Komunikasi dengan polisi harus nyambung, apalagi NTB destinasi wisata internasional. Gangguan kamtibmas di objek vital tidak menunggu satpam selesai ngopi. “Kapolda berharap ABUJAPI dapat terus membina perusahaan-perusahaan jasa pengamanan di bawah naungannya agar selalu sejalan dengan instruksi Polri,” tutup Kabid Humas.
Singkatnya, silaturahmi sudah. Ngopi sudah. Sekarang giliran ABUJAPI membuktikan bahwa pengamanan swakarsa bukan sekadar tempelan seragam dan pentungan. Keamanan NTB, kata polisi, adalah tanggung jawab kolektif. Dan kolektif itu artinya semua harus kerja, bukan cuma numpang nama.
Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















