PRAYA – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Lombok Tengah berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati, Jalan Raden Puguh, Praya, Senin (4/5/2026). Upacara yang dimulai pukul 08.00 Wita itu diikuti sekitar 350 peserta dari unsur ASN, pelajar SMA se-Lombok Tengah, Satpol PP, Dishub, Damkartan, hingga taruna IPDN.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menegaskan kembali makna pendidikan sebagai “proses memanusiakan manusia” dengan falsafah asah, asih, asuh Ki Hajar Dewantara. Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Pathul Bahri menekankan bahwa pembenahan pendidikan harus dimulai dari ruang kelas.
“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas,” tegasnya mengutip adagium populer di hadapan peserta upacara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Paparkan Lima Jurus Kemendikdasmen
Dalam amanatnya, Pathul Bahri membeberkan lima kebijakan strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menjadi prioritas nasional.
Pertama, pembangunan dan digitalisasi sekolah. Ia menyebut, pada 2025 sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi dan lebih dari 288.000 sekolah menerima papan interaktif digital.
Kedua, peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan guru. Pemerintah menyiapkan beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru belum S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau. “Tahun ini sasarannya 12.500 guru, naik menjadi 150.000 guru pada 2026. Tunjangan sertifikasi juga naik dan ditransfer langsung tiap bulan. Guru honorer dapat insentif bulanan agar mengajar dengan tenang,” jelasnya.
Ketiga, penguatan karakter lewat budaya ASRI: Aman, Sehat, Resik, Indah. Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, Pagi Ceria, hingga Pramuka digencarkan agar sekolah menjadi “rumah kedua” bagi siswa.
Keempat, peningkatan mutu melalui gerakan literasi-numerasi, STEM, serta Tes Kemampuan Akademik sebagai alat evaluasi dan seleksi ke jenjang lebih tinggi.
Kelima, perluasan akses pendidikan bagi kelompok rentan. Upaya ini dilakukan lewat sekolah satu atap, Pendidikan Jarak Jauh, sekolah terbuka, hingga penguatan sekolah inklusi untuk anak berkebutuhan khusus.
Tiga M Jadi Kunci
Pathul Bahri mengingatkan, keberhasilan lima jurus tersebut bergantung pada “tiga M” Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. “Tanpa ketiganya, program hanya berhenti sebagai formalitas dan angka-angka kuantitatif,” ujarnya.
Upacara yang berlangsung satu jam itu melibatkan 1 SST Satpol PP, 1 SST Dishub, 1 SST Damkartan, 1 SST IPDN, 4 SSK gabungan ASN/PGRI, dan 2 SSK perwakilan SMA se-Lombok Tengah. Bertindak sebagai Komandan Upacara Ahmad Haikal, Perwira Upacara Fero Ramdoni, pembaca UUD 1945 Imam Wahyu Satriawan, dan pembaca doa H. Muhammad Syar’i.
Turut hadir Wakil Bupati Drs. H. Nursiah, Sekda H. Lalu Firman Wijaya, Kabagren Polres Loteng Kompol L. Budi Setiawan mewakili Kapolres, Wakil Pengadilan Agama Praya Mutholik, para Asisten Sekda, Kepala OPD, serta camat se-Lombok Tengah. Upacara ditutup pukul 09.00 Wita dalam suasana aman dan khidmat.
Editor. Muhammad ROSIDI
Penulis : Rossi
Editor : Redaksi/Rossi
Sumber Berita : Lombokdaily.net





















