Gubernur NTB Iqbal Tinjau Banjir Rob Ampenan, Enam Rumah Warga Rusak Parah

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, 23 Januari 2026 — Sepulang dari kunjungan kerja di Pulau Sumbawa, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal tidak langsung kembali ke Pendopo. Ia memilih langsung turun ke lapangan menemui warga terdampak banjir rob di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kamis (22/1/2026), sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi NTB terhadap bencana pesisir yang merusak permukiman warga.

 

Di lokasi, Gubernur Miq Iqbal berdialog dengan warga terdampak, termasuk Ibu Sukma (RT 03), untuk mendengar langsung kondisi di lapangan serta kebutuhan mendesak masyarakat. Warga berharap pemerintah segera memberikan penanganan terhadap rumah-rumah yang rusak akibat terjangan ombak, sekaligus menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi permukiman pesisir. Kedatangan Gubernur disambut haru oleh warga yang merasa tidak sendiri menghadapi musibah ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Lingkungan Bugis, Suherman, menjelaskan gelombang tinggi mulai terjadi sejak malam hari, sekitar pukul 20.00 WITA hingga 01.00 WITA, dengan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5 meter. Kondisi tersebut jauh lebih ekstrem dibanding hari-hari sebelumnya dan memicu hempasan kuat yang memperparah abrasi di sekitar permukiman warga. “Malam-malam kami berjaga, dari jam delapan sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali, tidak seperti hari-hari sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Ki Agus Azhar Meminta PDAM Tirta Rinjani Untuk Lebih Terbuka Soal Dana CSR

 

Suherman menambahkan, enam rumah warga mengalami kerusakan terparah, dengan rincian tiga rumah hanyut dan tiga rumah lainnya rusak berat sehingga tidak lagi layak ditempati. Sejumlah rumah lain turut terdampak, namun sebagian masih dapat digunakan secara terbatas. “Tiga rumah sudah hanyut sama sekali, tiga lainnya rusak parah. Rumah lain terdampak, tapi masih bisa digunakan,” imbuhnya.

 

Sebagai langkah darurat, Pemprov NTB bersama Pemkot Mataram menyiapkan tenda pengungsian untuk menampung warga terdampak. Pemerintah juga menyiapkan skema penanganan lanjutan, termasuk opsi relokasi sementara sembari menunggu solusi permanen. Gubernur Miq Iqbal menegaskan pentingnya mitigasi bencana pesisir yang terencana dan terukur, serta mengimbau warga tetap waspada mengingat BMKG memprediksi potensi hujan dan angin kencang hingga 26 Januari 2026. Di lokasi turut hadir Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Mataram dan BPBD Provinsi NTB, Dinas Sosial, Baznas NTB, unsur TNI-Polri, relawan kemanusiaan, serta masyarakat setempat.Mataram, 23 Januari 2026 — Baru tiba di Pulau Lombok usai kunjungan kerja di Sumbawa dengan menyeberang menggunakan kapal ferry, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Lalu Muhamad Iqbal langsung bergerak tanpa jeda. Tanpa kembali ke Pendopo, Miq Iqbal memilih turun ke lapangan untuk meninjau langsung masyarakat terdampak banjir rob di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kamis (22/1/2026), sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi NTB terhadap bencana pesisir yang merusak permukiman warga.

Baca Juga :  Berjuang Dua Tahun, Tim Fahmil Putri Lombok Timur Raih Nilai Tertinggi di Final MTQ XXXI NTB

 

Di lokasi, Gubernur berdialog dengan warga terdampak, termasuk Ibu Sukma (RT 03), untuk mendengar langsung kondisi di lapangan serta kebutuhan mendesak masyarakat. Warga berharap pemerintah segera memberikan penanganan terhadap rumah-rumah yang rusak akibat terjangan ombak, sekaligus menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi permukiman pesisir. Kedatangan Gubernur disambut haru oleh warga yang merasa tidak sendiri menghadapi musibah ini.

 

Kepala Lingkungan Bugis, Suherman, menjelaskan gelombang tinggi mulai terjadi sejak malam hari, sekitar pukul 20.00 WITA hingga 01.00 WITA, dengan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5 meter. Kondisi tersebut jauh lebih ekstrem dibanding hari-hari sebelumnya dan memicu hempasan kuat yang memperparah abrasi di sekitar permukiman warga. “Malam-malam kami berjaga, dari jam delapan sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali, tidak seperti hari-hari sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Diskominfo Lombok Tengah dan BPS Jalin Kerja Sama Dorong Satu Data Daerah

 

Suherman menambahkan, enam rumah warga mengalami kerusakan terparah, dengan rincian tiga rumah hanyut dan tiga rumah lainnya rusak berat sehingga tidak lagi layak ditempati. Sejumlah rumah lain turut terdampak, namun sebagian masih dapat digunakan secara terbatas. “Tiga rumah sudah hanyut sama sekali, tiga lainnya rusak parah. Rumah lain terdampak, tapi masih bisa digunakan,” imbuhnya.

 

Sebagai langkah darurat, Pemprov NTB bersama Pemkot Mataram menyiapkan tenda pengungsian untuk menampung warga terdampak. Pemerintah juga menyiapkan skema penanganan lanjutan, termasuk opsi relokasi sementara sembari menunggu solusi permanen. Gubernur Miq Iqbal menegaskan pentingnya mitigasi bencana pesisir yang terencana dan terukur, serta mengimbau warga tetap waspada mengingat BMKG memprediksi potensi hujan dan angin kencang hingga 26 Januari 2026. Di lokasi turut hadir Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Mataram dan BPBD Provinsi NTB, Dinas Sosial, Baznas NTB, unsur TNI-Polri, relawan kemanusiaan, serta masyarakat setempat. (Kominfotik).( toh)

Penulis : Rossi

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

KETOK PALU! APBD PERUBAHAN 2026 LOTENG DISETUJUI – Bupati Pathul: Anggaran Tetap Seimbang Untuk Rakyat
Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol
Perda Pasar Rakyat Loteng Ketinggalan Aturan Pusat, Diminta Dirombak Total
SEMEN HILANG, RAKYAT DIBIKIN MERAYAP! DARI LEMBAR SAMPAI MATARAM PROYEK LUMPUH, HARGA DIGORENG GILA-GILAAN
RSUD Praya Kebut Reakreditasi, Target Beres Desember 2026
Lombok Tengah Panen 91 Inovasi! Bupati Pathul: Jangan Berhenti Berkreasi
Paripurna DPRD Lombok Tengah: Bupati Pathul Bahri Ungkap Strategi Dongkrak PAD dan Perbaikan Jalan 25 Km
APBD KETAT, JANJI TETAP JALAN! Bupati Loteng Jawab 7 Fraksi: SILPA Nol Rupiah, Guru Sejahtera, Sad
Berita ini 9 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Jumat, 25 September 2026 - 21:27 WIB

KETOK PALU! APBD PERUBAHAN 2026 LOTENG DISETUJUI – Bupati Pathul: Anggaran Tetap Seimbang Untuk Rakyat

Jumat, 25 September 2026 - 16:14 WIB

Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol

Rabu, 23 September 2026 - 14:27 WIB

Perda Pasar Rakyat Loteng Ketinggalan Aturan Pusat, Diminta Dirombak Total

Selasa, 22 September 2026 - 12:29 WIB

SEMEN HILANG, RAKYAT DIBIKIN MERAYAP! DARI LEMBAR SAMPAI MATARAM PROYEK LUMPUH, HARGA DIGORENG GILA-GILAAN

Selasa, 22 September 2026 - 07:44 WIB

RSUD Praya Kebut Reakreditasi, Target Beres Desember 2026

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Kepolisian Lombokdaily

Kombes Komang Tresna Dilepas, Kombes dr. Iskandar Nahkodai Kesehatan Polda NTB

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:37 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Kajari Loteng Buka Pintu Buat Wartawan: Silakan Datang Ngobrol

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:14 WIB

Kasus Lombokdaily

Buku Tanah Harus Buka Suara, Hak Warga Menunggu Kepastian

Kamis, 24 Sep 2026 - 10:32 WIB