Praya -Kabupaten Lombok Tengah meluncurkan Operasi Genting 2025, sebuah program yang berfokus pada Optimalisasi Pemanfaatan Data Keluarga Risiko Stunting (KRS) untuk menurunkan angka stunting di daerah tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, organisasi perempuan, dan lembaga sosial yang bergerak di isu stunting.
Strategi Komprehensif untuk Menekan Stunting
Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H.M. Nursiah, menekankan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan strategi komprehensif dan kolaborasi lintas sektor. Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan sektor swasta menjadi instrumen penting untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemanfaatan Data KRS sebagai Senjata Utama
PLT Kepala BP3AP2KB Lombok Tengah, Kusriadi, menyoroti pentingnya pendekatan berbasis data KRS sebagai dasar perencanaan intervensi. Menurutnya, pencegahan stunting tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak.
Target Penurunan Stunting
Kepala Bidang AP2M Bapperida, Sri Mulyana Widiastuti, memaparkan bahwa target penurunan stunting di Lombok Tengah adalah 10% dalam 10 tahun ke depan. Ia menekankan bahwa pencapaian target ini hanya mungkin dicapai dengan kerja sama dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Langkah-langkah Pencegahan Stunting
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah stunting, antara lain:
Pemberian Makanan Tambahan
Pemerintah desa telah memprioritaskan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk meningkatkan gizi balita.
Pemeriksaan Kehamilan.
Dinas Kesehatan menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan minimal enam kali untuk memantau kesehatan ibu dan janin.
Imunisasi Lengkap. Pemerintah juga mendorong agar semua balita mendapatkan imunisasi lengkap untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan stunting.
Pencegahan Perkawinan Dini
Pemerintah desa juga melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah perkawinan dini, yang dapat meningkatkan risiko stunting pada anak.|®|
Penulis : Rossi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















