LOMBOKDAILY.NET – Dewan Penasehat Pemenangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Petahana Pathul- Nursiah, Hasan Massat, disebutkan terpaksa dikeluarkan dari tim pemenangan. Hal itu lantaran aktivis gaek tersebut, diduga kampanyekan paket Calon Gubernur NTB-Wakil Gubernur NTB yang dikenal dengan paket Bang-Abah.
Pemecatan itu, karena dinilai menyimpang dari dukungan politik Pathul-Nursiah yang satu paket kampanye dengan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang dikenal dengan paket Iqbal-Dinda.
Dikonfirmasi dengan hal tersebut, Hasan Masad tidak membantahnya. Dia membenarkan perihal pemberhentian dirinya dalam struktur pemenangan Pathul-Nursiah jilid 2 tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemberhentian dirinya, dilakukan langsung oleh calon Wakil Bupati HM.Nursiah saat melakukan sosialisasi dan kampanye di Pendopo Wakil Bupati Minggu 8 September 2024.
“Ya benar saya diarahkan untuk tidak lagi melakukan kampanye Pathul-Nursiah,” kata Hasan Masat kepada sejumlah wartawan pada Rabu 11 September 2024 di Praya.
Peristiwa pemecatan dirinya itu tutur Hasan Masat, terjadi ketika dirinya ingin ditemui oleh koordinator Kecamatan Jonggat untuk koordinasi perihal masalah pemenangan Pathul-Nursiah jilid 2.
Dan keinginan koordinator jonggat yang berjumlah sebanyak lima orang itu, ditindak lanjuti oleh dirinya dengan melalukan pertemuan di Pendopo Wakil Bupati Lombok Tengah.
“Ditengah pertemuan itu, saya dipanggil oleh Wabup Doktor H.M. Nursiah dan langsung ngomong kalau kita dah banyak dibicarakan di utara (pendopo satu bupati). Untuk itu jangan lagi bicara maiq meres, apalagi pimpin rapat. Dan jangan lagi rapat disini, ndak enak sama yang di utara,” tutur Hasan Masat mengutip apa yang disampaikan Wabup yang saat itu sambil berdiri.
Setelah mendengar kata-kata HM.Nursiah tersebut, Hasan Masat langsung angkat kaki dari pendopo 2 itu dan pulang.
Menurut Hasan Masat, pasangan Pathul-Nursiah menginginkan kalau semua relawan dan timnya, juga sekaligus dijadikan sebagai relawan dan tim Iqbal-Dinda. Dan lantaran dirinya menolak keinginan itu, menjadi alasan kuat memberhentikanya sebagai dewan penasehat di tim Pathul-Nursiah.
“Mereka (Pathul-Nursiah) ingin semua relawan atau tim Pathul-Nursiah sekaligus menjadi relawan dan tim Iqbal-Dinda, saya menolak. Kalau masalah pilgub, mestinya bebaskan teman-teman tentukan sikap,” harap Hasan Masat.
Pihaknya lanjut Hasan Masat, memang mengakui dimana-mana pidato untuk pilihan bupati wakil bupati tetap harus ke paket Pathul Nursiah atau dengan jargon Maiq Meres.
Sementara untuk Gubernur dan Wakil Gubernur tetap ke paket Bang-Abah. Karena hal itu kata Hasan Masat, merupakan komitmen dan realitas pengalaman yang mereka punya.
“Jadi kita harus pilih pemimpin NTB yang sudah terbukti saja,” tegas Hasan Masat.
Selain itu, slogan Maiq-Meres yang masih diakui oleh Pathul-Nursiah jilid 2 juga harus diakui slogan itu merupakan peninggalan HM. Suhaili FT. SH waktu berpasangan dengan HL. Normal Suzana sebagai Bupati dan Wakil Bupati Loteng.
Tentu slogan itu tidak bisa dinaifkan dan tidak bisa digantikan atau dipakai oleh siapapun saat mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Loteng. Bahkan peran Maiq-Meres di zaman saat HM. Suhaili sebagai Bupati banyak hasil pembangunan yang ditinggalkan.
Contohnya menurut Hasan Masat, seperti Gedung DPRD, Poltekpar, kontribusi Loteng untuk BIL, KEK Mandalika, program Rurung-Reban, pembuatan jalan raya irigasi, pelayanan pemberdayaan masyarakat terpadu (Lempermadu), pendirian badan Keamanan Kelurahan/ Desa (BKD/BKL), untuk antipasi Issue dan budaya global digalakkan yakni Hari Rahman Rahim Day.
” Oleh sebab itu, demi masa depan Lombok Tengah dan NTB pada umumnya, Bang Zulkiflimansyah-Abah Uhel pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang cerdas! Dan bukan menghayal untuk memerintah dalam membangun NTB kedepan, saatnya masyarakat dan juga pemerintah Lombok Tengah untuk balas budi untuk HM Suhaili FT,” tandas Hasan Masat.
“Pembangunan yang dihasilkan oleh HM Suhaili FT saat menjabat sebagai Bupati Loteng dua periode, tidak bisa di pungkiri dan dinafikan, keberhasilan itu tentu tidak bisa tidak membuat kita untuk berterima kasih saat ini,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, pihaknya tegas Hasan Masat, tetap akan tekankan demi masa depan Lombok Tengah dan NTB pada umumnya, Calon Gubernur BangZul- Abah Uhel, pilihan yang cerdas dan bukan menghayal untuk memerintah dan membangun NTB.
“Saatnya masyarakat dan juga pemerintah Lombok Tengah untuk memilih calon gubernur yang jelas dan terbukti,” pungkas Hasan Masat.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, DR.HM.Nursiah S.Sos M.Si, dikonfirmasi atas hal tersebut via WA-nya, belum memberikan jawaban.
Penulis : Rossi
Editor : Rosidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net