LOMBOK TENGAH – Kabar baik datang dari Kabupaten Lombok Tengah. Angka kemiskinan di daerah ini turun pada tahun 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026, penduduk miskin di Lombok Tengah kini tinggal 10,34 persen atau sekitar 106.820 orang. Tahun lalu, angkanya masih 10,68 persen.
Dengan capaian ini, Lombok Tengah menjadi daerah ketiga dengan kemiskinan terendah di Provinsi NTB, setelah Kota Mataram dan Kota Bima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Plt. Kepala Bapperida Lombok Tengah, Taufikurrahman Pua Note, mengatakan penurunan ini adalah tanda baik bahwa kesejahteraan masyarakat mulai membaik.
“Ini perkembangan positif. Upaya pengentasan kemiskinan perlu terus diperkuat agar hasilnya makin terasa,” katanya.
Selain jumlahnya yang berkurang, kondisi warga miskin juga membaik. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 1,15 menjadi 1,05. Artinya, pengeluaran warga miskin sudah semakin dekat dengan garis kemiskinan.
Indeks Keparahan Kemiskinan juga turun dari 0,31 menjadi 0,18. Artinya, kesenjangan antara sesama warga miskin semakin kecil.
Namun, masih ada tantangan. Garis Kemiskinan di Lombok Tengah pada Maret 2026 naik menjadi Rp618.843 per orang per bulan, dari sebelumnya Rp568.910. Sebagian besar masih untuk kebutuhan makanan, yaitu 75,85 persen.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah akan terus memperkuat kerja sama antar dinas, menyalurkan bantuan sosial tepat sasaran, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan memperbaiki infrastruktur dasar.
“Tantangan ke depan adalah memastikan penurunan ini terus berlanjut dan dirasakan merata oleh semua masyarakat,” tutup Taufikurrahman. Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















