LOMBOKDAILY.NET. LOMBOK TENGAH – Menuju Indonesia Emas 2045, Anggota Komisi IX DPR RI, H. Muhammad Muazim Akbar, S.IP., menggelar sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Sosialisasi digelar di Futsal Calsio Leneng, Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (15/10). Kegiatan ini mengusung tema “Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas”.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN NTB Dr. Lalu Makripuddin, M.Si., dan Kepala DP3AP2KB Kabupaten Lombok Tengah Kusriadi, S.KM., M.Si.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Muazim Akbar menegaskan keluarga adalah kunci utama untuk mewujudkan generasi emas 2045.
“Melalui program Bangga Kencana, kita dorong masyarakat merencanakan keluarga yang sehat dan sejahtera. Dua anak cukup, yang penting tumbuh menjadi generasi cerdas dan berkarakter,” ujar Muazim yang merupakan putra asli Lombok Tengah.
Ia menjelaskan, visi Indonesia Emas 2045 adalah menciptakan SDM unggul, ekonomi maju, dan pemerintahan yang efektif. Semua itu harus dimulai dari keluarga.
“Yang ditekankan sekarang bukan hanya jumlah anak, tapi perencanaannya. Apakah kita mampu memberikan pendidikan dan makanan bergizi bagi anak-anak kita? Itu yang jadi pertimbangan,” katanya.
Salah satu fokus utama dalam sosialisasi ini adalah masalah pernikahan dini. Muazim mengingatkan batas usia ideal menikah adalah minimal 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.
Hal ini dinilai penting karena pernikahan dini masih menjadi persoalan utama di NTB, khususnya di Lombok Tengah.
Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Lalu Makripuddin menambahkan, pernikahan di usia muda sangat berisiko. “Bukan hanya berisiko bagi ibu, tetapi juga bagi anak yang dilahirkan. Mencegah pernikahan dini berarti mencegah lahirnya generasi stunting,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Lombok Tengah, Kusriadi mengungkapkan fakta mengejutkan. Angka stunting di Lombok Tengah naik menjadi 29,8 persen dari sebelumnya 17,4 persen.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Program Bangga Kencana bukan hanya soal keluarga berencana. Program ini adalah gerakan nasional untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kreatif dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Editor Muhammad.
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net



















