Lombok Tengah – Aula Gedung Bencingah Agung Masmirah pada Sabtu, 28 Maret 2028, dipadati oleh ratusan pegawai Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Acara ini merupakan perayaan meriah Lebaran Ketupat yang dipimpin langsung oleh Bupati HL Pathul Bahri, didampingi Sekda HL. Firman Wijaya, ST, HL Ramdan, Pimpinan DPRD, para Kepala OPD, Camat, hingga Kepala Sekolah SMP/SDN. Tak ketinggalan, jajaran Kapolres pun turut hadir memeriahkan suasana.
Dalam sambutannya, Bupati HL Pathul Bahri kembali menegaskan pentingnya perayaan Lebaran Ketupat sebagai tradisi yang wajib dilestarikan. “Kegiatan ini dalam rangka mempererat silaturahmi dan melestarikan tradisi budaya masyarakat Kabupaten Loteng,” ujarnya penuh semangat.
Bupati juga menekankan bahwa tradisi ini harus terus diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menjelaskan bahwa perayaan ketupat adalah momen spesial bagi mereka yang telah menunaikan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Lebih lanjut, Bupati mengaitkan perayaan ini dengan amalan sunnah Rasulullah SAW, khususnya dalam konteks hukum dan prioritas amalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada amalan sunnah terkait yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW, seperti Sunnah Abāatusoleh,” jelas Bupati. Ia melanjutkan, “Ini merujuk pada konsep di mana suatu perbuatan atau amalan yang lebih baru, atau yang dilakukan Rasulullah SAW kemudian, menghapus atau menggantikan hukum dari perbuatan atau amalan sebelumnya. Jadi, amalan yang awal dianggap tidak berlaku lagi atau sudah disempurnakan oleh amalan yang terakhir. Amalan yang baru ini jadi yang dianjurkan.” Ulasnya.
Kemudian, Bupati juga menjelaskan mengenai Sunnah Abāah. “Ini adalah pekerjaan atau amalan yang terakhir kali dilakukan atau ditetapkan oleh Rasulullah SAW. Ini berarti amalan tersebut menjadi ketetapan final atau contoh yang paling sempurna untuk diikuti. Amalan yang terakhir ini yang menjadi patokan atau tuntunan utama, tanpa ada penghapusan dari amalan yang lebih awal kecuali memang ada nash yang menunjukkan penggantian hukum,” terang Bupati.
Lebaran Ketupat, menurut Bupati, membawa banyak hikmah, salah satunya adalah peningkatan keimanan dan ketakwaan melalui sedekah. Ia bahkan menyandingkan perayaan ini dengan event Baunyale, tradisi turun-temurun yang akan selalu ada meskipun tidak dirayakan secara resmi.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk menjadikan momen Lebaran Ketupat sebagai ladang sedekah. “Tidak salah kita bersedekah setiap tahun. Insya Allah rekan-rekan semua pasti tidak akan keberatan dan mampu dalam menyajikan makanan seperti ketupat, lontong, serta lauknya,” tutupnya, disambut antusiasme meriah dari seluruh hadirin. (TH).
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















