Lombokdaily.net. PRAYA – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lombok Tengah Dr Bayu NOVRIAN Dinata SH MH menegaskan pentingnya komunikasi yang baik dengan wartawan. Tujuannya agar informasi soal penegakan hukum yang sampai ke masyarakat itu akurat dan tidak simpang siur.
Kajari mempersilakan wartawan untuk tidak sungkan datang langsung ke kantor Kejari Loteng untuk diskusi dan bertukar informasi soal persoalan hukum.
“Silakan kapan pun mau ke sini, main-main, ngobrol-ngobrol. Nanti informasi apa pun, selama memang sesuai aturan, boleh kami sampaikan,” ujarnya saat silaturahmi dengan insan pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski begitu, keterbukaan itu ada batasnya. Tidak semua materi perkara bisa dibuka ke publik, apalagi kalau masih tahap penyidikan.
“Misalkan kita masih penyidikan, mungkin materinya tidak bisa kita buka. Tapi nanti kalau sudah sampai di persidangan, baru pasti kita buka,” jelasnya.
Kajari berharap dengan sering ngobrol, tidak ada lagi miskomunikasi antara kejaksaan dan wartawan dalam menjalankan tugas masing-masing.
Sementara itu, PLT Kasi Intel, R Iman Pribadi SH MHK mengatakan sinergi antara penegak hukum, pemerintah dan masyarakat harus terus dijaga dengan cara yang humanis. Pihaknya siap memberikan pendampingan hukum, baik berupa pendapat hukum, bantuan hukum, hingga mediasi jika ada sengketa di masyarakat.
“Dari sisi intelijen, sinergitas yang sudah terbangun ini diharapkan semakin harmonis dan solid ke depan,” katanya.
Di sisi lain, Kasi PAPBB Kejari Loteng, Rika Kayati, menjelaskan soal pengelolaan barang bukti. Semua barang bukti disimpan dan dikelola dengan baik sampai perkara ada putusan tetap atau inkrah dari pengadilan.
“Barang rampasan itu dikembalikan atau dimusnahkan sesuai dengan putusan pengadilan yang sudah inkrah,” jelasnya.
Ketua PWI Lombok Tengah, Lalu Amrillah, menyambut baik ajakan tersebut. Menurutnya, hubungan pers dan kejaksaan selama ini sudah berjalan baik dan harus terus dijaga lewat dialog.
“Kami bekerja secara profesional, tidak ada kepentingan. Kita sama-sama ingin mencari informasi dan mencari sahabat,” ujarnya.
Amrillah juga mendorong agar kekompakan antar wartawan di Loteng terus dijaga, misalnya lewat kegiatan rutin seperti coffee morning.
“Persaudaraan itu tumbuh dan menjadi kuat ketika kita sering berkomunikasi,” ujarnya.
Ketua PWI Lombok Tengah juga menambah langkah tersebut. Menurutnya, audiensi dan silaturahmi seperti yang dilakukan Kejari bertujuan untuk memperkuat hubungan kemitraan serta membangun kolaborasi yang lebih solid antara insan pers dan institusi penegak hukum
Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net






















