LOMBOK Daily.Net. PRAYA – Perjalanan panjang Lombok Tengah diingatkan kembali Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat perayaan Apel Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kabupaten Lombok Tengah yang jatuh pada 15 Oktober 2026 berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kabupaten Lombok Tengah.
Di depan Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri dan Wakil Bupati Dr. H. M. Nursiah, Gubernur bercerita, Loteng tidak selalu seperti sekarang.
“Hingga tahun 60-70-an, sebagian besar wilayah kita kekeringan akut, gagal panen, paceklik berkepanjangan. Tahun 1977 pesisir selatan kita diterjang tsunami, ratusan keluarga meninggal atau hilang. Tahun 2018 kita kena gempa lagi,” kata Gubernur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kalau Loteng masih bertahan sampai hari ini, itu karena ada rencana Allah. Tugas kita sekarang adalah merawat daerah ini untuk kesejahteraan rakyat. Gubernur bilang, wajah Loteng hari ini sudah jauh beda. Bandara Internasional Lombok jadi pintu masuk utama NTB ada di sini. Ada Poltekpar, ada STPDN/IPDN. Ada Mandalika yang sekarang jadi pusat pertumbuhan baru, bukan hanya untuk NTB tapi untuk Indonesia timur.
“Dulu Loteng itu duduk heran melihat pembangunan. Sekarang Loteng itu sendiri yang membangun. Dulu putra-putri Loteng cuma jadi penonton pembangunan NTB, sekarang sudah jadi pelaku. Bahkan sudah dipercaya memimpin pembangunan,” tegasnya.
Di Loteng, kata Iqbal, kemajuan bukan lagi iklan, tapi nyata. Investasi bukan lagi mimpi, tapi sudah jadi makanan sehari-hari.
Tapi ia juga mengingatkan pekerjaan rumah masih banyak. Kemajuan jangan hanya dinikmati sebagian orang saja.
“Pembangunan harus rata, dari selatan sampai utara. Dari pengusaha besar sampai pengusaha kecil, mikro dan ultra mikro. Harus dirasakan sekarang dan oleh anak cucu kita nanti. Makanya harus lestari,” pesannya.
Pesan paling keras disampaikan soal Mandalika. Kawasan di selatan yang dulu dikenal paling miskin, sekarang dipaksa naik kelas.
“Mandalika itu bukan cuma untuk meramaikan. Dia datang membawa standar baru. Yang dulu cukup pakai standar lokal, sekarang harus standar nasional, standar internasional. Tantangan kita di pemerintah adalah itu,” ujarnya.
“Kita tidak mau hebat cuma 3 hari saat MotoGP saja. Kita harus hebat sepanjang tahun. Cara kerja kita harus berubah,” lanjutnya.
Gubernur menutup dengan menegaskan, Loteng sudah terlanjur jadi kawasan strategis. Maju mundurnya Loteng akan berdampak langsung ke NTB.
“Karena itu Pemprov akan terus gandeng tangan, kasih dukungan terbaik untuk kemajuan Loteng,” tutupnya.
Kirab budaya HUT ke-81 sendiri sudah dilepas Bupati Lalu Pathul Bahri dari Pendopo di Kota Praya, Selasa 13 Oktober lalu. Apel HUT Ke 81 kabupaten Loteng Berlangsung meriah dihadiri oleh pejebat se NTB| Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net



















