Sebanyak 40 Desa Menjadi Perhatian Lanjutan Untuk secara khusus harus menunjukkan Keterpaduan OPD untuk Penanganan Stunting

Selasa, 12 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombokdaily.net -Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi masalah stunting di daerah tersebut.

Seluruh kepala desa, camat, dan kepala puskesmas se-Lombok Tengah dikumpulkan wakil bupati HM Nursiah dalam rangka rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting (TPPS) tingkat Kabupaten Lombok Tengah 2025.

Rapat koordinasi berlangsung selama empat jam dengan diisi diskusi hangat mencari strategi dan evaluasi penanganan stunting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nursiah menyampaikan, stunting di Lombok Tengah dalam periode Juni 2025 berada pada posisi 9,56 persen.

“Artinya turun pada bulan periode sebelumnya yang berada pada posisi 9,86 persen. Ini sebenarnya kita ingin mengompori semangat kepala desa, camat, dan puskesmas untuk semangat termotivasi menurunkan angka stunting,” jelas Nursiah.

Baca Juga :  Dirut RSUD Praya Dr Mamang Berbagi Dengan Anak Yatim dan Orang Tua Jompo

Sebanyak 40 Desa Menjadi Perhatian Lanjutan untuk secara khusus harus menunjukkan Keterpaduan OPD untuk Penanganan Stunting.

Pihaknya menginginkan supaya seluruh kepala desa bisa bersaing menunjukkan kreativitas menurunkan stunting.

Setiap desa mempunyai potensi yang bisa mendukung untuk menekan angka stunting.

Menurutnya, sejauh ini kendala penanganan stunting adalah dalam hal data dan pelaporan.

 

“Karena yang menentukan angka adalah berdasarkan pelaporan dari kita. Data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) itu yang menghasilkan data final kondisi stunting disemua kecamatan yang bersumber dari Puskesmas itu,” jelasnya.

 

“Bukan hanya puskesmas, tapi hubungannya dengan kominfo juga ada disitu untuk mengikuti aktivitas kita dalam penanganan stunting menjadi pelaporan ke pemerintah provinsi,” sambungnya

 

Menurut Nursiah, program percepatan penurunan stunting telah dianggarkan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita stunting.

Baca Juga :  Musrenbang Tematik Pendidikan Lombok Tengah Dorong Perencanaan Kolaboratif

 

Selain itu, program di APBDes masing-masing desa tetap dilakukan untuk mendukung penurunan stunting.

“Evaluasi program penurunan stunting tersebut merupakan salah satu instrumen untuk menguji tercapainya program yang dilaksanakan dalam menargetkan penurunan stunting satu digit. Apa yang menjadi catatan dalam program itu penting dilakukan kolaborasi bersama untuk mendukung penurunan stunting ini,” kata Nursiah.

Nursiah menyebutkan, pihaknya telah menyepakati sejumlah langkah-langkah lanjutan penanganan stunting, antara lain:

– Efektivitas tugas-tugas puskesmas yang terkait dengan kepala desa, kepala Dusun dan kader Posyandu

 

– Intervensi berupa program yang harus lebih terukur dalam prioritas program kegiatan untuk menjawab fakta di lapangan di desa-desa. Hal ini berkaitan dengan APBDES

Baca Juga :  Pemkab Lombok Tengah dan BPS Tetapkan Tiga Desa Binaan "Desa Cantik" 2026 untuk Perkuat Data Pembangunan

– Evaluasi dan strategi program. Jika dirasa kurang maksimal dalam desain maka akan dilakukan evaluasi.

 

Berikut beberapa upaya yang telah dilakukan :

-Peningkatan kualitas layanan kesehatan

Pemda Lombok Tengah telah meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan gizi masyarakat.

– Program spesifik.

Pemda telah melaksanakan program spesifik untuk mengatasi stunting, seperti program pemberian makanan tambahan bagi balita yang berisiko stunting.

– Kerja sama dengan lembaga lain

Pemda juga telah bekerja sama dengan lembaga lain, seperti UNICEF, untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang stunting serta cara pencegahannya.

– Pemantauan dan evaluasi

Pemda melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap program-program yang telah dilaksanakan untuk memastikan efektivitasnya dalam mengatasi stunting.|®|

Penulis : Rossi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Dari Desa untuk NTB: Teh Prabu dan Monkey Cave Raih Juara II
Olah Kelapa Jadi VCO CocoSam, Samsudin Asal Sukadana Lombok Tengah Raih Juara I Pemuda Pelopor NTB
MotoGP Mandalika 2026 Catat 157.875 Penonton, ITDC Apresiasi Peran Media NTB dan Diskominfo Lombok Tengah
Kemiskinan di Lombok Tengah Turun, Tinggal 10,34 Persen
POLRESTA, Bupati  LOTENG DAN 314 CALON KADES DEKLARASIKAN PILKADES DAMAI 2026
Kemarau Panjang, Pegawai PDAM Loteng Salat Minta Hujan dan Bagi Santunan
Ratusan Santri di Lombok Tengah Peringati Hari Santri Nasional 2026
Perkuat Akses Keuangan UMKM, Wabup Lombok Tengah Hadir di Rakornas TPAKD 2026
Berita ini 17 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Minggu, 1 November 2026 - 11:29 WIB

Dari Desa untuk NTB: Teh Prabu dan Monkey Cave Raih Juara II

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Olah Kelapa Jadi VCO CocoSam, Samsudin Asal Sukadana Lombok Tengah Raih Juara I Pemuda Pelopor NTB

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Kemiskinan di Lombok Tengah Turun, Tinggal 10,34 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:09 WIB

POLRESTA, Bupati  LOTENG DAN 314 CALON KADES DEKLARASIKAN PILKADES DAMAI 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Kemarau Panjang, Pegawai PDAM Loteng Salat Minta Hujan dan Bagi Santunan

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Hukrim Lombokdaily

Pulang Kerja Dikeroyok di Lampu Merah Puyung, Pemuda DL Lapor Polisi

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:48 WIB

Pembangunan Lombokdaily

Dari Desa untuk NTB: Teh Prabu dan Monkey Cave Raih Juara II

Minggu, 1 Nov 2026 - 11:29 WIB

Pembangunan Lombokdaily

Butuh Sumur Bor dan Jalan Mulus, Warga Bujak Titip Harapan ke DPRD

Sabtu, 31 Okt 2026 - 22:32 WIB