Fokus 5 Prioritas, Tetap Pertahankan UHC dan Biayai BPJS Kader Posyandu, RT, Sampai Marbot Masjid
Lombokdaily.net. Lombok Tengah – Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri resmi mengajukan Rancangan APBD Tahun 2027 sebesar Rp2,5 Triliun lebih dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu (14/10)
Di depan Pimpinan DPRD, Forkopimda, Sekda, para Kadis, Camat dan insan pers, Bupati Pathul menegaskan APBD ini bukan cuma soal angka, tapi soal harapan semeton Lombok Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“APBD harus menjadi jembatan antara harapan masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Harus bisa membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, sampai menghadirkan keadilan sampai pelosok desa,” kata Bupati.
Tahun 2027 ini Pemda Loteng mengusung tema “Penguatan Transformasi MAS MIRAH” yaitu Lombok Tengah yang Maju, Berdaya Saing, Mandiri, Sejahtera dan Harmonis.
Untuk mewujudkan itu, ada 5 prioritas pembangunan yang akan dikejar:
1. Peningkatan kualitas SDM
2. Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan
3. Ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan
4. Pemerataan infrastruktur
5. Penguatan modal sosial, budaya dan harmoni
Rincian Uang Daerah 2027:
Pendapatan Daerah: Rp2.531.215.618.000 atau Rp2,531 Triliun. Sumbernya dari pajak daerah, retribusi, dan transfer dari pusat. Belanja Daerah: Rp2.530.920.264.039 atau Rp2,530 Triliun. Pembiayaan: Sisa uang tahun lalu (SiLPA) Rp30,8 Miliar masuk, sedangkan Rp31,1 Miliar keluar untuk bayar cicilan utang ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Jadi posisi APBD berimbang dan sehat.
Bupati menjelaskan, dengan uang yang terbatas, belanja akan diprioritaskan untuk yang wajib-wajib dulu
Pertama, gaji pegawai dan operasional, pertahankan UHC / JKN gratis untuk warga, serta bayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk BKD, kader Posyandu, pengurus rumah ibadah dan Ketua RT.
Kedua, wajib 20 persen untuk pendidikan.
Ketiga, dukungan program nasional Presiden: pengentasan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, jaga inflasi, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, program 3 Juta Rumah dan ketahanan pangan.
Untuk ekonomi, belanja akan difokuskan ke pertanian, perikanan, UMKM, pariwisata dan industri pengolahan biar ada nilai tambah. Hasil tani dan ikan tidak hanya dijual mentah, tapi diolah dulu.
“Dengan keterbatasan yang ada, kami akan bekerja dengan hati, mendengar dengan empati. Pembangunan jangan hanya numpuk di kota dan kawasan wisata saja, tapi harus dirasakan petani, nelayan, pelaku UMKM, anak muda, dan semeton di desa,” tutup Bupati Pathul. Editor : Muhammad ROSIDI
Penulis : TOH
Editor : Rossidi
Sumber Berita : Lombokdaily.net



















