Skandal Jual-Beli Titik SPPG Terbongkar, Kerugian Capai Rp950 Juta: Polisi Tetapkan Penyidikan Hari Ini

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM – Polda NTB bersama Badan Gizi Nasional (BGN) RI Sony Sanjaya menggelar konferensi pers di Rupatama Polda NTB, Jum’at pagi (29/5/2026) pukul 08.30 WITA, terkait perkembangan kasus penipuan dan penggelapan jual-beli titik lokasi SPPG.

Konferensi pers ini dihadiri langsung oleh Waka BGN RI, Irjen Pol Purn Sony Sanjaya Sesdap BGN RI Brigjen Pol HL Muhammad Iwan Mahardan, S.IK, M.Sc., Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Moh Kholid, SIK, MM, dan Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana, SIK, SH.

Modus: Catut Nama Pejabat, Jual ID SPPG Rp200 juta 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini mencuat setelah sekitar 20 orang menjadi korban penipuan dengan total kerugian dilaporkan mencapai Rp950 juta. Pelaku menawarkan bantuan mendapatkan “titik” atau program SPPG dengan mengatasnamakan pejabat BGN. Bahkan, foto pejabat dan relasi dipakai untuk meyakinkan korban.

Baca Juga :  Bincang Kamisan, Dukung MotoGP, Pemprov NTB Maksimalkan Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat

Padahal, BGN menegaskan pendaftaran dan verifikasi SPPG sepenuhnya gratis. Proses dilakukan online lewat portal mitra.bgn.go.id. Setelah verifikasi, calon mitra mendapat ID SPPG 6 digit. ID inilah yang diduga diperjualbelikan secara ilegal oleh oknum, dengan temuan kasus jual-beli dapur disebut mencapai 200 juta per “titik”.

“Dari pengecekan lapangan, tidak ditemukan keterlibatan personel BGN. Ini murni penyalahgunaan nama pejabat,” tegas Kapolres Lotim I Komang Sarjana SIK SH.

Polisi: Penyidikan Ditetapkan Hari Ini  

Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana menambahkan, surat penyelidik sudah diterbitkan pada 21 Mei 2026. Status penyidikan resmi ditetapkan hari ini, 29 Mei 2026. Terduga awal berinisial S.

“Setelah penetapan tersangka, kami akan publikasikan perkembangan kasus ke publik. Korban kami imbau segera melapor ke Polres atau Polda,” ujarnya. Kasus serupa juga ditangani Polda Jabar dan beberapa Polres lain, dengan beberapa tersangka sudah ditangkap.

Baca Juga :  Bupati Lombok Tengah Serahkan LKPD Unaudited 2025, Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan

Sony Sanjaya: Portal Ditutup, 29.000 Dapur Terverifikasi

BGN mengungkapkan saat ini portal mitra.bgn.go.id ditutup sementara. Sebabnya, BGN sedang melakukan validasi manual dari tingkat desa untuk data yayasan, NPWP, NIB, hingga jumlah penerima manfaat: ibu hamil, balita, PAUD, SD, SMP, SMA, hingga pondok pesantren.

Validasi baru 80% selesai. Karena itu, pendaftaran dan perubahan data dihentikan sementara. Dari total lebih dari 29.000 dapur terverifikasi, sekitar 3.000 dapur sempat dibekukan. Sebagian sudah kembali operasional setelah verifikasi lapangan.

BGN juga menegaskan aturan ketat: pembangunan dapur tidak boleh di tanah wakaf atau fasilitas publik. Hanya lahan pribadi atau sewa yang diizinkan.

Korban Jangan Takut Lapor  

BGN dan Polda NTB mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan agar tidak takut melapor. “BGN bukan penegak hukum. Kalau ada indikasi penipuan atau money laundering, langsung ke Polsek, Polres, atau Polda,” tegas Kabid Humas Polda NTB Moh Kholid.

Baca Juga :  Kejari Lombok Tengah Luncurkan Program JAGOAN, Bantu Anak Terlantar Dapatkan Identitas

BGN mengingatkan, kuota titik dapur dihitung per kecamatan. Jika kuota penuh, sistem akan memberi notifikasi. Calon mitra dilarang membangun sebelum terverifikasi, agar tidak berisiko ditolak atau menjadi korban penipuan.

Kasus ini menjadi peringatan keras: program SPPG gratis, tidak ada pungutan. Hati-hati tawaran “jalur cepat” mengatasnamakan pejabat.

Catatan redaksi: Standar biaya makanan SPPG yang dijelaskan BGN yakni Rp15.000 untuk porsi besar dan Rp13.000 untuk porsi balita hingga kelas 3 SD. Juknis dapur bisa diunduh publik di portal resmi BGN.||

Editor: Muhammad ROSIDI

Penulis : TOH

Editor : Rossidi

Sumber Berita : Lombokdaily.net

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

RIBUAN LOKER DIBUKA! 1.282 Lowongan di Job Fair Masmirah Praya
Paripurna HUT Loteng ke-81: Dari Duka Sade Sampai Sukses MotoGP
BUNG MEMET: MISKIN TURUN, TAPI NGANGGUR NAIK – ITU PR BESAR LOTENG
Ketua Komisi I DPRD Loteng: Tribun MotoGP Kosong, Loteng Belum Dapat Apa-Apa
APBD Loteng 2027 Rp2,5 Triliun, Bupati Pathul Untuk Sejahterakan Masyarakat Sampai Pelosok Desa
12 Kecamatan Turun Jalan, HUT ke-81 Loteng Jadi Ajang Persatuan
Bazar Mandalika Panen Cuan, Tenun NTB Jadi Buruan Bule
Pesta Rasa di Mandalika: Ratusan Ribu Tamu Tumpah, Lidah Gubernur Cuma Kenal Dua Rasa – Enak dan Enak Banget!
Berita ini 149 kali dibaca

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERKAIT

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:18 WIB

RIBUAN LOKER DIBUKA! 1.282 Lowongan di Job Fair Masmirah Praya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Paripurna HUT Loteng ke-81: Dari Duka Sade Sampai Sukses MotoGP

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:02 WIB

BUNG MEMET: MISKIN TURUN, TAPI NGANGGUR NAIK – ITU PR BESAR LOTENG

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Ketua Komisi I DPRD Loteng: Tribun MotoGP Kosong, Loteng Belum Dapat Apa-Apa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:21 WIB

12 Kecamatan Turun Jalan, HUT ke-81 Loteng Jadi Ajang Persatuan

🗂️🗂️🗂️🗂️LOMBOKDAILY TERBARU

Steatment Lombokdaily

DPRD Loteng Diminta Pasang Badan Soal MotoGP, Jangan Lempar ke Pemda

Kamis, 15 Okt 2026 - 01:39 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

RIBUAN LOKER DIBUKA! 1.282 Lowongan di Job Fair Masmirah Praya

Rabu, 14 Okt 2026 - 21:18 WIB

Lombokdaily Nasional

Paripurna HUT Loteng ke-81: Dari Duka Sade Sampai Sukses MotoGP

Rabu, 14 Okt 2026 - 16:51 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

BUNG MEMET: MISKIN TURUN, TAPI NGANGGUR NAIK – ITU PR BESAR LOTENG

Rabu, 14 Okt 2026 - 16:02 WIB

Pemerintahan Lombokdaily

Ketua Komisi I DPRD Loteng: Tribun MotoGP Kosong, Loteng Belum Dapat Apa-Apa

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:53 WIB